Musim Kemarau Belum Merata, BMKG Sebut NTB Masih Rawan Cuaca Ekstrem

  • 07 Apr 2026 08:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap muncul pada masa peralihan musim atau pancaroba seperti yang tengah berlangsung saat ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi NTB mengingatkan kondisi atmosfer pada periode ini cenderung labil dan sulit diprediksi, sehingga berpotensi memicu perubahan cuaca secara drastis dalam waktu singkat.

Ketua Tim Data dan Analisis Stasiun Klimatologi NTB, Bastian Andarino menjelaskan meskipun sebagian wilayah NTB telah mulai memasuki musim kemarau sejak akhir Februari lalu, namun tidak merata di seluruh daerah.

“Sebagian wilayah memang sudah masuk musim kemarau, tetapi sebagian lainnya masih berada pada masa peralihan, sehingga hujan dengan intensitas lebat masih sering terjadi,” ujarnya, Senin 6 April 2026.

Ia menegaskan, periode pancaroba merupakan fase yang perlu diwaspadai karena potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat dibandingkan periode normal lainnya.

“Perlu diketahui bahwa saat peralihan musim, baik dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya, potensi cuaca ekstrem akan meningkat,” katanya menegaskan.

Bastian memaparkan, karakteristik cuaca ekstrem pada masa ini biasanya ditandai dengan perubahan kondisi yang sangat cepat dalam satu hari.

“Umumnya pagi hingga siang hari cuaca terlihat cerah, namun tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah NTB yang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau, termasuk Kabupaten Lombok Barat. Ia menyebut, fenomena hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan hal yang wajar dalam fase pancaroba.

BMKG juga memprediksi seluruh wilayah NTB akan memasuki musim kemarau secara merata pada bulan Mei mendatang, seiring pergerakan pola musim dari wilayah timur ke barat.

“Musim kemarau biasanya dimulai dari wilayah timur dan bergerak secara bertahap ke wilayah barat,” katanya mengakhiri.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, hingga sambaran petir, serta selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi guna mengantisipasi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....