Kemarau, Pembudidaya Ikan Mataram Pilih Panen Lebih Awal
- 30 Sep 2026 10:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram–Musim kemarau mulai memengaruhi aktivitas pembudidaya ikan air tawar di Kota Mataram. Berkurangnya debit air membuat sekitar enam kelompok pembudidaya di kawasan Rembiga dan sekitarnya menghentikan sementara kegiatan budidaya untuk menghindari risiko ikan mati akibat kekurangan pasokan air.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri Saleh mengatakan, para pembudidaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memanen ikan lebih awal ketika debit air mulai menurun. Langkah itu dinilai lebih aman karena dapat menjaga modal usaha dari risiko kkerugian
“Saat air mulai mengecil, daripada berspekulasi dan berisiko rugi, lebih baik dipanen lebih awal dan dijual,” katanya, Rabu 30 September 2026.
Menurut Leo, keputusan panen lebih awal memang membuat pembudidaya kehilangan potensi pendapatan rutin selama masa jeda, tetapi tidak sampai menimbulkan kerugian materi. Sementara itu, pembudidaya memanfaatkan masa penghentian produksi untuk memperbaiki kondisi kolam dengan mengeringkan dasar kolam, membalik tanah, memberikan kapur, dan menambahkan pupuk kandang.
“Kolam-kolam konvensional ini membutuhkan air mengalir. Karena sekarang kering, warga memanfaatkannya untuk perbaikan dan pemulihan. Jadi ketika debit air kembali besar, kolam sudah siap dan steril untuk ditebar bibit baru,” ujarnya.
Adapun pasokan air di wilayah Bertais dan Mandalika sambung Leo masih relatif aman sehingga aktivitas budidaya ikan di kawasan tersebut tetap dapat berjalan. Dinas Perikanan Kota Mataram mengimbau masyarakat pengguna sumber daya air untuk meningkatkan toleransi selama musim kemarau, mengingat kebutuhan air juga cukup tinggi untuk sektor pertanian.
“Air ini banyak yang punya kepentingan, terutama para petani. Kalau sektor pertanian lebih diprioritaskan saat ini, prioritaskan dulu agar tidak terjadi gesekan di lapangan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....