Harga Bapok di Pasar Gerung Tak Menentu, Daya Beli Masyarakat Melemah

  • 06 Apr 2026 21:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pergerakan harga bahan pokok (bapok) di Pasar Gerung, Lombok Barat, menunjukkan tren yang tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Fluktuasi harga yang tajam membuat daya beli masyarakat ikut melemah, sementara para pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli.

Pantauan langsung di lapangan memperlihatkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga secara tidak menentu. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pasokan hingga cuaca yang tidak menentu.

Salah seorang pedagang, Sri, mengungkapkan harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai keriting berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Untuk tomat lokal dijual Rp15 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah menyentuh Rp45 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit sekarang Rp80 ribu per kilo, cabai merah dan keriting Rp35 ribu, tomat Rp15 ribu, dan bawang merah Rp45 ribu per kilo,” ujar Sri saat ditemui RRI di pasar Gerung, Lombok Barat, Senin 6 April 2026.

Selain itu, berdasarkan pantauan, harga daging ayam berada di angka Rp41 ribu per kilogram, sementara daging bebek dijual sekitar Rp55 ribu per kilogram.

Di sektor minyak goreng, produk Minyakita dijual dengan harga bervariasi antara Rp15.700 hingga Rp20 ribu per liter. Sementara minyak goreng curah berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20.500 per liter atau kilogram.

Sri menilai kondisi ini membuat pasar menjadi lesu karena masyarakat cenderung menahan belanja akibat harga yang tidak stabil. Ia juga menyoroti faktor cuaca yang turut memengaruhi distribusi dan ketersediaan barang di pasar.

“Permintaan pembeli menurun karena harga mahal dan tidak menentu, apalagi cuaca juga ikut mempengaruhi pasokan,” katanya menegaskan.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di pasaran, termasuk dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan harga tetap terkendali.

“Kami berharap pemerintah bisa turun tangan menstabilkan harga dan rutin melakukan sidak pasar supaya harga tidak terus naik turun,” ucapnya.

Di tengah ketidakpastian ini, para pedagang dan masyarakat berharap adanya solusi cepat agar kondisi pasar kembali normal dan daya beli masyarakat dapat pulih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....