Layanan Pengiriman Jagung di Pelabuhan Soro Kembali Dibuka

  • 02 Apr 2026 13:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Aktivitas pengiriman jagung melalui Pelabuhan Soro di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sempat terhenti sejak November 2025. Penghentian layanan tersebut terjadi pasca insiden antara pihak ekspedisi dengan buruh angkut pada November 2025 lalu.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perusahaan ekspedisi memilih mengalihkan aktivitas bongkar muat ke Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Badas di Sumbawa.

Kepala Pelabuhan Soro Kempo, Anshar, menjelaskan bahwa penghentian layanan bersifat sementara, sambil menunggu adanya solusi atas persoalan yang terjadi di lapangan.

“Setelah dilakukan pendekatan serta adanya jaminan keamanan, pihak ekspedisi akhirnya kembali bersedia melakukan bongkar muat di Pelabuhan Soro,” katanya, Kamis, 2 April 2026.

Ia mengungkapkan, sejak 18 Maret 2026, aktivitas bongkar muat jagung di pelabuhan yang berada di bawah otoritas Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu tersebut kembali berjalan normal.

Untuk menghindari konflik serupa, pengelola pelabuhan menerapkan sistem pengaturan pengiriman dari masing-masing gudang. Saat ini digunakan sistem giliran, di mana setiap gudang bersama ekspedisinya diundi untuk menentukan jadwal pengiriman.

“Langkah ini dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan antar pelaku usaha,” katanya.

Pelabuhan Soro Kempo sendiri merupakan aset daerah milik Pemerintah Kabupaten Dompu dan menjadi salah satu sentra utama pengiriman jagung ke luar daerah. Selain lokasinya yang strategis dan dekat dengan gudang penampung, biaya layanan pelabuhan juga relatif terjangkau, didukung fasilitas seperti jembatan timbang.

Pelabuhan yang dibangun sejak tahun 1995 ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, terutama melalui renovasi area labuh kapal dan penambahan tempat sandar. Saat ini, pelabuhan tersebut hanya memiliki satu titik sandar, sehingga kapal harus mengantre hingga beberapa hari.

Dengan segala keterbatasannya, Pelabuhan Soro tetap menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Dompu. Pada tahun 2025, kontribusi PAD dari pelabuhan ini tercatat mencapai lebih dari Rp600 juta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....