Jalur Port to Port Kayangan-Lembar Diproyeksi Pangkas Biaya Logistik

  • 24 Jul 2026 14:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Rencana pemerintah daerah membuka konektivitas port to port antara Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat mendapat sambutan positif dari Pelindo Multi Terminal (PMT) Cabang Lembar.

Kehadiran jalur konektivitas tersebut dinilai berpotensi mempercepat pergerakan barang dan orang sekaligus menekan biaya logistik antardaerah di Pulau Lombok. Efisiensi waktu tempuh juga diproyeksikan memberikan dampak berantai terhadap distribusi berbagai komoditas strategis.

Branch Manager PT Pelindo (Persero) Cabang Lembar, Kunto Wibisono, mengatakan pihaknya mendukung rencana pengembangan konektivitas tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperlancar arus transportasi dan distribusi.

"Pada prinsipnya kami menyambut baik dan mendukung rencana pemerintah daerah untuk membangun jalur konektivitas port to port antara Kayangan dan Lembar," ujar Kunto saat ditemui RRI di Kantornya, Lembar, Lombok Barat, Jumat 24 Juli 2026.

Menurut Kunto, apabila rencana tersebut terealisasi, waktu perjalanan dapat dipangkas sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien. Kondisi itu diyakini ikut berpengaruh terhadap penurunan ongkos logistik, terutama karena konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional transportasi dapat ditekan.

"Kalau jarak dan waktu tempuh bisa dipangkas, tentu biaya logistik juga berpotensi turun. Transportasi yang semakin lancar akan membuat konsumsi BBM dan biaya lainnya menjadi lebih efisien," katanya menegaskan.

Dari sisi pelabuhan, Kunto melihat jalur tersebut dapat memperkuat distribusi komoditas yang selama ini bergerak dari sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa menuju Lombok dan sebaliknya.

Sejumlah komoditas seperti tembakau, jagung, hingga bawang disebut berpotensi memperoleh manfaat dari konektivitas yang lebih cepat. Distribusi ternak, khususnya sapi dari Sumbawa pada momentum tertentu seperti menjelang Idul Adha, juga diperkirakan dapat berlangsung lebih efektif.

"Komoditas dari Lombok Timur, Bima, maupun Sumbawa yang selama ini sebagian melalui jalur pelabuhan juga akan terdampak positif. Distribusinya bisa menjadi lebih efektif," ucapnya.

Tak hanya sektor logistik, konektivitas antarpelabuhan itu juga dinilai memiliki peluang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Salah satunya melalui peningkatan akses wisatawan kapal pesiar yang singgah di kawasan Pelabuhan Gili Mas.

Kunto menjelaskan, kunjungan kapal pesiar ke Gili Mas selama ini memiliki waktu singgah yang terbatas, berkisar antara 12 hingga 16 jam. Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan kapal pesiar diharapkan dapat menjangkau lebih banyak destinasi dalam waktu yang tersedia.

"Harapannya, dengan adanya jalur tersebut, waktu tempuh dari Gili Mas menuju sejumlah destinasi wisata di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan wilayah lainnya bisa lebih singkat. Jadi dampaknya bukan hanya untuk kargo, tetapi juga berpotensi terhadap sektor pariwisata," katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya arus kendaraan dan penumpang, Pelindo Multi Terminal Cabang Lembar juga mulai melihat kebutuhan penataan fasilitas pelabuhan. Salah satu perhatian utama adalah kapasitas dan pengelolaan ruang tunggu kendaraan di kawasan pelabuhan.

Menurut Kunto, penataan akan diarahkan pada sejumlah fasilitas, baik di kawasan Pelabuhan Gili Mas maupun Pelabuhan Lembar. Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kemungkinan bertambahnya aktivitas pelabuhan setelah konektivitas antarpelabuhan terealisasi.

"Di sisi kami, yang pertama adalah melakukan penataan di area pelabuhan, terutama terkait kapasitas ruang tunggu kendaraan. Meskipun saat ini masih mencukupi, tetap akan kami tata dan siapkan, baik di Gili Mas maupun Lembar," katanya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pelindo juga menyiapkan penguatan layanan berbasis digital. Digitalisasi dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelayanan seiring dengan potensi peningkatan mobilitas kendaraan, barang, maupun penumpang.

Peningkatan fasilitas bagi penumpang juga menjadi bagian dari persiapan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pengguna jasa pelabuhan apabila konektivitas port to port tersebut benar-benar terealisasi.

"Selain penataan fasilitas, kami juga menyiapkan digitalisasi layanan dan peningkatan fasilitas penumpang. Potensi peningkatan tidak hanya dari sisi kargo, tetapi juga dari jumlah penumpang," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....