Lombok Barat Buka Pintu Dunia, 250 Mahasiswa Asing Turun ke Desa

  • 30 Mar 2026 07:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan daya tariknya di mata dunia internasional. Sebanyak 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri mengikuti program KKN Inbound Mobility Internasional yang tersebar di 15 desa selama empat minggu.

Kegiatan ini diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) didampingi jajaran pejabat daerah, mulai dari Asisten III, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hingga Kepala Dinas DPMD, pada Jumat 27 Maret 2026.

Program ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Bima Internasional SAITO, University Malaysia, UNIZAR, STKIP Hafiz Dompu, dan STIE Hafiz Dompu. Kehadiran mereka tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menyasar bidang strategis lain seperti pariwisata, hukum, lingkungan, hingga pengembangan UMKM.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini menegaskan kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lombok Barat. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap ramah sebagai tuan rumah.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami. Siapa pun yang datang ke Lombok Barat harus kita sambut dengan baik, apalagi ini mahasiswa dari luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menjelaskan program ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi desa, sekaligus memperkuat jejaring internasional di berbagai sektor pembangunan.

Mahasiswa dari SAITO juga akan berbagi pengalaman terkait pembangunan desa yang cepat dan inovatif. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat desa di Lombok Barat dalam mengembangkan potensi lokal secara lebih optimal.

Tak hanya itu, para peserta juga akan diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah, termasuk tradisi Lebaran Topat yang akan digelar di kawasan Senggigi.

“Kami ingin mereka merasakan langsung budaya Lombok Barat dan menceritakan pengalaman ini di negara masing-masing,” katanya menegaskan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap tercipta pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya yang mampu mendorong kemajuan desa sekaligus memperluas promosi pariwisata daerah ke tingkat global.

“Kegiatan ini bukan hanya belajar, tetapi juga menjadi jembatan promosi wisata dan budaya Lombok Barat ke dunia internasional,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....