Dinkes Mataram Optimalkan Kerja Labkes sebagai Jaminan Higiene
- 29 Mar 2026 18:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID,Mataram- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mulai menggeser pendekatan layanan Laboratorium Kesehatan (Labkes) dari yang semula berfokus pada individu, menjadi lebih luas dengan menyasar sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat jaminan kebersihan dan keamanan fasilitas wisata, sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menegaskan bahwa peran Labkes kini semakin strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis kesehatan (health tourism). Menurutnya, kualitas destinasi tidak hanya dinilai dari keindahan, tetapi juga dari standar higienitas yang terjaga.
“Sekarang Labkes sudah mulai masuk ke sektor pariwisata, seperti melakukan pemeriksaan kualitas air bersih dan limbah di hotel-hotel. Ini penting untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga,” ujarnya, Minggu 29 Maret 2026.
Ia menambahkan, kepercayaan wisatawan sangat dipengaruhi oleh jaminan kebersihan fasilitas yang mereka gunakan, mulai dari air, makanan, hingga lingkungan sekitar.Dalam implementasinya, Dinkes Mataram tidak hanya memperluas layanan, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha.
"Kalau hotel dan restoran diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan," jelasnya.
Namun, Dinkes tidak ingin sertifikat tersebut sekadar menjadi dokumen administratif. Sebagai inovasi, kini diperkenalkan stiker Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dipasang di pintu masuk tempat usaha agar dapat langsung dilihat oleh masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan adanya stiker IKL, masyarakat bisa langsung mengetahui bahwa tempat tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan lingkungan tanpa harus mencari informasi tambahan,” katanya.
Pengawasan yang dilakukan pun bersifat menyeluruh. Tim Dinkes melakukan uji laboratorium terhadap berbagai aspek, seperti kualitas air bersih, sampel makanan, hingga tes usap (swab) pada peralatan masak untuk mendeteksi potensi kontaminasi bakteri atau jamur.
"Kondisi saluran air, sistem pembuangan limbah, dan kebersihan lingkungan sekitar juga menjadi indikator penting dalam penilaian," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....