Gaktibplin Mendadak di Polres Lombok Utara, Tiga Personel Langsung Ditindak

  • 29 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Penegakan disiplin internal kembali ditegaskan di lingkungan Polres Lombok Utara melalui operasi mendadak yang digelar oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), Sabtu 28 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius institusi kepolisian dalam menjaga profesionalisme serta kepercayaan publik.

Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang dilaksanakan di lapangan apel Mapolres sejak pagi berlangsung ketat dan menyeluruh. Seluruh personel diperiksa tanpa pengecualian, mencakup identitas diri, kelengkapan administrasi, hingga sikap tampang sebagai representasi kesiapan anggota di lapangan.

Kapolres Lombok Utara, Agus Purwanta, menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun integritas institusi. Ia menyebut, pelanggaran sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi membuka celah bagi pelanggaran yang lebih besar.

“Disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi mencerminkan komitmen moral setiap anggota. Jika hal kecil diabaikan, maka risiko pelanggaran yang lebih serius akan muncul. Itu yang kami cegah sejak awal,” ujarnya.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Propam, I Made Widhiarta, bersama jajaran Provos dan Paminal. Pelaksanaan Gaktibplin mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan verifikasi terhadap dokumen penting seperti KTP, SIM, KTA, hingga kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi. Namun, perhatian khusus juga diberikan pada aspek sikap tampang yang dinilai sebagai indikator dasar kedisiplinan anggota.

Hasilnya, tiga personel kedapatan melanggar standar kerapian rambut. Tanpa penundaan, tindakan disiplin langsung diberikan di lokasi sebagai bentuk respons cepat sekaligus efek jera.

“Kami tidak menunggu pelanggaran besar terjadi. Ketidaktertiban kecil adalah pintu masuknya. Penindakan dilakukan secara humanis, tetapi tetap tegas dan terukur,” kata Widhiarta.

Sebagai bagian dari pembinaan, ketiga personel tersebut menerima teguran keras disertai sanksi fisik berupa push-up di tempat. Langkah ini ditegaskan bukan semata hukuman, melainkan upaya pembentukan karakter disiplin yang konsisten di tubuh Polri.

Kapolres menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan baik secara berkala maupun insidental dengan pendekatan yang lebih progresif dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini bertujuan memastikan seluruh anggota selalu berada dalam kondisi siap dan patuh terhadap aturan.

“Institusi ini harus bersih dari dalam. Tidak ada ruang bagi kelalaian, apalagi pelanggaran. Keteladanan harus dimulai dari internal, dan itu tidak bisa ditawar,” tegas Agus.

Dengan langkah tegas ini, Polres Lombok Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga profesionalisme serta meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penegakan disiplin yang konsisten dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....