Dermaga Pelabuhan Senggigi Melonjak 10%, Fastboat Jadi Pilihan Utama Wisatawan

  • 25 Mar 2026 13:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Aktivitas penyeberangan di Dermaga Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat, mengalami peningkatan signifikan menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan ini tidak hanya didorong oleh arus mudik, tetapi juga tingginya mobilitas wisatawan yang tetap memilih jalur laut sebagai akses utama menuju Pulau Lombok.

Kepala UPT Pelabuhan Senggigi, Iskandar Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak H-3 Lebaran hingga beberapa hari setelahnya. Ia menyebut, secara global terjadi kenaikan sekitar 10 persen baik pada penumpang yang datang maupun yang berangkat dari pelabuhan tersebut.

“Secara global, terlepas itu mudik atau tidak karena ini momentum Idul Fitri, memang ada peningkatan sekitar sepuluh persen penumpang yang naik maupun turun di Pelabuhan Senggigi,” ujar Iskandar saat ditemui RRI di Dermaga Senggigi, Lombok Barat, Rabu 25 Maret 2026.

Menurutnya, karakteristik penumpang yang menggunakan layanan kapal cepat atau fastboat masih didominasi wisatawan. Bahkan, komposisinya mencapai sekitar 70 persen wisatawan, mayoritas mancanegara, sementara sisanya merupakan wisatawan domestik serta masyarakat yang melakukan perjalanan keluarga.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan, pengguna kapal cepat ini sekitar tujuh puluh persen wisatawan dan sisanya penumpang lokal atau yang melakukan perjalanan keluarga,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, meskipun memasuki periode Lebaran, jadwal operasional pelayaran tidak mengalami perubahan. Aktivitas kapal tetap berjalan normal dengan enam trip setiap hari yang melayani rute dari dan menuju Padang Bai, Nusa Penida, dan Serangan di Bali.

“Jam operasional tetap, keberangkatan pertama pukul 10.45 WITA dan kedatangan terakhir pukul 16.45 WITA, dengan total enam trip setiap hari,” ucapnya.

Saat ini, terdapat empat kapal yang beroperasi melayani rute tersebut. Meski jumlah armada terbatas, frekuensi perjalanan tetap optimal dengan enam kali aktivitas pelayaran setiap harinya.

Sebelum periode Lebaran, rata-rata jumlah penumpang harian berkisar antara 100 hingga 150 orang. Namun, saat ini angka tersebut meningkat hingga mencapai sekitar 200 penumpang per hari, terutama pada puncak arus libur Lebaran.

“Kalau sebelum Lebaran sekitar seratus sampai seratus lima puluh penumpang per hari, sekarang bisa mencapai dua ratus penumpang,” katanya.

Iskandar menilai, tingginya minat masyarakat dan wisatawan menggunakan Pelabuhan Senggigi tidak lepas dari faktor efisiensi dan letaknya yang strategis. Dermaga ini berada di jalur tengah akses wisata di Lombok, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.

Melalui Pelabuhan Senggigi, wisatawan dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai lokasi seperti Gunung Rinjani, kawasan wisata Kuta Mandalika, hingga destinasi lainnya di Lombok.

“Pelabuhan Senggigi ini berada di titik strategis, sehingga wisatawan lebih mudah menjangkau berbagai destinasi wisata di Lombok. Ini menjadi salah satu pilihan yang efektif dan efisien,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....