DLH Mataram Siagakan Pasukan Kuning Bersihkan Sampah Pawai
- 17 Mar 2026 07:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiapkan strategi khusus menghadapi dua agenda besar yang akan berlangsung berurutan, yakni Pawai Ogoh-Ogoh pada rabu, 18 Maret 2026 dan pawai takbiran menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kedua kegiatan yang diperkirakan menghadirkan ribuan warga ini berpotensi menghasilkan timbunan sampah dalam jumlah besar di sejumlah titik keramaian kota.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola penanganan sampah yang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Petugas kebersihan akan melakukan penyisiran langsung di bagian akhir barisan parade agar sampah yang dihasilkan selama kegiatan dapat segera ditangani.
“Kami tetap menyiagakan petugas kebersihan seperti tahun-tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaannya memang berdekatan, tetapi pola pengaturannya kemungkinan sama seperti sebelumnya,” ujarnya Selasa, 17 Maret 2026.
Denny menjelaskan, durasi kegiatan yang cukup panjang membuat para petugas kebersihan harus bekerja lebih ekstra. Para petugas lapangan yang dikenal sebagai Pasukan Kuning dipastikan akan menjalani jam kerja lembur untuk memastikan kawasan kota kembali bersih setelah kegiatan selesai dan kerumunan masyarakat membubarkan diri.
| Baca juga: RDF Jadi Senjata Baru Mataram Atasi Sampah |
Meski beban kerja meningkat, DLH tidak merencanakan penambahan personel baru. Menurut Denny, pihaknya akan memaksimalkan tenaga yang sudah ada untuk menjangkau seluruh titik keramaian di Kota Mataram, termasuk di tingkat kecamatan yang biasanya juga menggelar pawai takbiran secara meriah.
“Penambahan personel tidak ada, tetapi kami memaksimalkan personel yang sudah ada untuk meng-cover seluruh kegiatan,” katanya.
Untuk mendukung pembersihan, DLH akan mengerahkan sekitar 325 petugas kebersihan yang disebar di berbagai lokasi. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, volume sampah dari Pawai Ogoh-Ogoh dapat mencapai 6 hingga 7 ton, sementara dari pawai takbiran diperkirakan lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton.
“Kalau Ogoh-Ogoh biasanya sekitar 6 sampai 7 ton, sedangkan takbiran sedikit lebih banyak, bisa di angka 8 sampai 9 ton,” jelas Denny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....