Gubernur Iqbal: Desa Berdaya untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

  • 14 Mar 2026 13:12 WIB
  •  Mataram

‎RRI.CO.ID, Sumbawa Barat - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan program Desa Berdaya diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa. Program tersebut mengedepankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah serta memaksimalkan potensi ekonomi lokal.

‎Hal itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat, 13 Maret 2026.

‎Iqbal mengatakan konsep Desa Berdaya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat desa. Kelompok tani, nelayan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan potensi desa.

‎“Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa Berdaya hadir sebagai program solutif yang memiliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif,” kata Iqbal.

‎Menurutnya, wilayah Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Sumbawa Barat, memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang cukup besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan di tingkat lokal. Karena itu, pengembangan potensi desa perlu dilakukan secara kolektif melalui kolaborasi pemerintah daerah, aparatur desa, dan masyarakat.

‎Iqbal menjelaskan intervensi program Desa Berdaya dilakukan pada dua level, yakni tingkat desa dan tingkat keluarga atau kepala keluarga (KK). Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dalam waktu relatif singkat.

‎“Melalui Desa Berdaya kita intervensi persoalan di tingkat desa dan juga di tingkat KK, sehingga harapannya dalam satu tahun ke depan setiap keluarga sudah memiliki sumber pendapatan sendiri,” ujarnya.

‎Selain penguatan kapasitas masyarakat, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan berupa bantuan modal usaha bagi warga yang menjalankan usaha kecil. Bantuan itu dimaksudkan untuk memperkuat keberlanjutan aktivitas ekonomi keluarga.

‎Iqbal menambahkan penyaluran bantuan harus tepat sasaran. Bantuan konsumtif diberikan kepada warga yang benar-benar tidak berdaya, sementara bantuan produktif ditujukan bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha.

‎“Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” kata Iqbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....