Balita yang Hilang di Sembalun Ditemukan Meninggal di Bendungan Kekoro

  • 12 Mar 2026 13:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur: Seorang balita yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Sembalun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Bendungan Kekoro, Dusun Timba Gading, Desa Sembalun Timba Gading. Korban diketahui bernama Muhamad Rapip Saki (2,5), warga Dusun Dasan Kodarat, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun.

Balita tersebut sebelumnya dilaporkan menghilang sejak Minggu, 8 Maret 2026 telah dilakukan pencarian oleh aparat kepolisian, tim SAR, serta masyarakat setempat. Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh empat pelajar yang hendak mandi di sungai Bendungan Kekoro.

“Pada saat pelajar menuju sungai untuk mandi, mereka melihat seorang anak laki-laki dalam keadaan mengapung di aliran sungai dengan kondisi tubuh sudah membengkak,” jelas Rusmaladi, Kamis 12 Maret 2015

Ia mengatakan, awalnya salah satu pelajar mengira benda yang mengapung tersebut hanyalah boneka. Namun setelah didekati, mereka menyadari bahwa yang dilihat merupakan jasad seorang balita.

“Awalnya dikira boneka, namun setelah didekati ternyata mayat seorang anak laki-laki atau balita dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, para pelajar kemudian memberitahukan temuan itu kepada Amaq Merli yang merupakan orang tua korban. Sebelumnya, keluarga korban telah melaporkan kehilangan anaknya sejak beberapa hari sebelumnya.

Mendapat informasi tersebut, Amaq Merli bersama warga setempat langsung menuju lokasi penemuan di sungai Kekoro. Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka.

“Setelah diberitahukan kepada orang tua korban, Amaq Merli bersama warga menuju lokasi di sungai Kekoro dan selanjutnya membawa jenazah anak tersebut pulang ke rumah,” katanya.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian, sekaligus melakukan koordinasi dengan petugas Puskesmas Sembalun, tim Basarnas, perangkat desa, serta pihak keluarga korban. Rusmaladi menambahkan bahwa korban sebelumnya diketahui hilang dan telah dilakukan pencarian oleh personel Polsek Sembalun, tim SAR, serta warga sekitar, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan oleh warga.

“Korban diketahui menghilang sejak hari Minggu dan sudah dilakukan upaya pencarian oleh gabungan personel kepolisian, SAR, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pihak keluarga korban melalui orang tuanya, Amaq Merli, menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. “Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah serta meminta agar jenazah segera dimakamkan,” jelas Rusmaladi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah maupun di sekitar aliran sungai. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anak saat bermain di luar rumah, terlebih di sekitar sungai atau tempat yang berpotensi membahayakan,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....