Pemprov NTB Siapkan Investasi Pendidikan untuk SMK di Wilayah Pelosok
- 05 Mar 2026 20:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan skema investasi pendidikan bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah pelosok. Langkah ini ditempuh untuk menghapus stigma bahwa SMK menjadi penyumbang angka pengangguran.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan salah satu persoalan utama lulusan SMK adalah belum meratanya sertifikasi kompetensi. Padahal, sertifikat keahlian menjadi syarat penting untuk masuk ke dunia kerja.
“SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah sertifikasi LSP-P. Karena itu semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi sekitar 420 hingga 430 sertifikasi,” kata Iqbal saat berkunjung ke SMKN 1 Kopang, Lombok Tengah, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Iqbal, program tersebut dirancang agar lulusan SMK tidak hanya membawa ijazah saat lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Dengan demikian, peluang mereka untuk terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi lebih besar.
Ia menambahkan, jika program subsidi sertifikasi ini terbukti efektif, pemerintah provinsi akan menjadikannya sebagai program rutin dalam penganggaran daerah setiap tahun.
Selain persoalan sertifikasi, Iqbal juga menyoroti kesenjangan perkembangan antara SMK di wilayah perkotaan dan pedesaan. Sekolah di kota dinilai lebih cepat berkembang karena jumlah murid yang lebih banyak sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul juga lebih besar.
Sebaliknya, banyak SMK di wilayah pedesaan menghadapi keterbatasan pembiayaan karena mayoritas siswanya berasal dari keluarga kurang mampu. Kondisi ini membuat sekolah sulit mengembangkan fasilitas maupun program peningkatan kualitas siswa.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah provinsi sedang menyiapkan skema investasi melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dana ini akan diarahkan terutama ke sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari kelompok ekonomi rendah.
“Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak dari kategori ekonomi rendah. Kami ingin level perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil,” ujar Iqbal.
Kepala SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, mengatakan sekolahnya juga menjalin kerja sama dengan Pertamina melalui program Enduro untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kerja sama tersebut mencakup pelatihan bagi siswa dan guru.
Menurut dia, dua pembalap MotoGP pernah hadir di sekolah tersebut untuk memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu, para siswa juga akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta setiap tahun.
Ke depan, kerja sama itu juga akan diwujudkan dalam pembangunan bengkel praktik dengan konsep branding bersama antara SMK dan Pertamina Enduro. Bengkel tersebut direncanakan menjadi laboratorium praktik bagi tujuh jurusan yang ada di SMKN 1 Kopang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....