Warga Talabiu Diimbau Hijaukan Bima Cegah Banjir dan Longsor Musiman
- 04 Mar 2026 08:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak warga Desa Talabiu menghijaukan kembali perbukitan Bima yang gundul. Upaya itu dinilainya penting untuk melindungi infrastruktur jalan provinsi yang rusak dan kerap tertimbun lumpur saat musim hujan.
Ajakan tersebut disampaikan Iqbal saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Besar Al-Hidayah, Kabupaten Bima, Selasa, 3 Maret 2026. Dalam dialog bersama warga, ia menyinggung kerusakan puluhan kilometer jalan provinsi di Bima yang sempat viral di media sosial karena ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes.
“Saya sudah ke Donggo, Samili, dan melihat langsung kondisi jalan yang memprihatinkan. Berikan kami waktu untuk melihat secara menyeluruh kondisinya,” ujar Iqbal.
Ia menyebut keterbatasan anggaran dan teknologi menjadi tantangan, namun pemerintah provinsi tengah mencari solusi dan teknologi baru agar perbaikan jalan lebih efektif.
Menurut dia, kerusakan jalan tak lepas dari kondisi lingkungan. Perbukitan yang gundul menyebabkan air dan lumpur turun ke badan jalan saat hujan, mempercepat kerusakan. Karena itu, penghijauan dinilai sebagai langkah strategis yang tak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur.
Selain infrastruktur, Iqbal juga menyoroti layanan kesehatan di Bima. Ia mengatakan tiga penyakit stroke, jantung, dan gagal ginjal selama ini menjadi penyebab utama warga harus dirujuk ke Mataram. Namun mulai Juni mendatang, rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bima akan naik kelas dari tipe D menjadi tipe C.
“Ini bagian dari komitmen kami agar pelayanan kesehatan di Bima semakin baik dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat,” katanya.
Iqbal menegaskan pemerintah provinsi tidak akan membeda-bedakan daerah dalam pelayanan. Ia menyebut ada tiga prioritas utama pemerintahannya, yakni penurunan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan berbasis kelestarian lingkungan, dan pengembangan pariwisata.
Kendati infrastruktur tidak termasuk dalam tiga prioritas tersebut, ia menilai jalan dan fasilitas dasar tetap menjadi penopang utama. “Tanpa infrastruktur yang memadai, tiga program itu tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Iqbal juga mengajak masyarakat mendukung penguatan perbankan daerah, khususnya Bank NTB Syariah. Ia menyatakan pembenahan internal terus dilakukan agar penyaluran kredit usaha rakyat kembali berjalan. Ia juga menyebut BPR NTB akan bertransformasi menjadi bank berbasis syariah dalam waktu dekat.
Di akhir sambutannya, Iqbal memohon doa agar ia bersama wakil gubernur serta para kepala daerah di Bima dapat menjalankan amanah dengan baik.
Pada kegiatan tersebut diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bank NTB Syariah menyalurkan 50 paket sembako serta masing-masing 10 paket sarung, sajadah, dan mukena. Biro Kesejahteraan Rakyat NTB turut menyerahkan perlengkapan ibadah.
Baznas NTB menyalurkan bantuan sabilillah senilai Rp20 juta dan paket sembako, sementara Pemerintah Kabupaten Bima menyerahkan Al-Qur’an dan sembako. Baznas Bima juga menyalurkan zakat fitrah berupa 27 paket beras serta tambahan bantuan tunai dari Bank NTB Syariah Cabang Tente.
Bagi Iqbal, penghijauan dan perbaikan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang. “Mari kita tinggalkan Bima yang baik bagi anak cucu kita,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....