Konflik Timteng Bayangi Ibadah Haji, Warga Minta Pemerintah Utamakan Keselamatan
- 03 Mar 2026 10:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah memunculkan kekhawatiran di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Isu keamanan menjadi perhatian utama masyarakat, terutama terkait keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini. Stabilitas kawasan dinilai berpengaruh langsung terhadap kelancaran ibadah umat Muslim dari Tanah Air.
Di Lombok Timur, keresahan tersebut juga dirasakan oleh kalangan muda. Mereka menilai pemerintah harus menjadikan faktor keselamatan sebagai prioritas sebelum mengambil keputusan strategis. Keberangkatan jamaah tidak boleh hanya berlandaskan jadwal dan kuota semata.
Iqbal Faisal Afif, warga Lombok Timur, menilai situasi saat ini membutuhkan kehati-hatian ekstra dari pemerintah pusat. Ia melihat konflik yang terjadi berpotensi menimbulkan ketidakpastian terhadap pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, langkah antisipatif dinilai sangat penting.
“Bagaimanapun juga kondisi di Timur Tengah saat ini menimbulkan banyak kekhawatiran, terutama terkait keberlangsungan ibadah haji yang melibatkan banyak jamaah Indonesia setiap tahunnya,” ungkapnya, Selasa 3 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa keamanan harus menjadi pertimbangan utama sebelum pemberangkatan dilakukan. Menurutnya, keputusan yang diambil harus berbasis pada evaluasi menyeluruh terhadap situasi di lapangan.
“Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah, termasuk menyiapkan antisipasi dan rencana ke depan jika memang ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk diberangkatkan,” tegas Iqbal Faisal Afif.
Selain persoalan haji, perhatian juga tertuju pada nasib warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak konflik. Banyak di antara mereka bekerja dan menggantungkan penghasilan untuk keluarga di kampung halaman. Ketidakpastian situasi berdampak langsung pada rasa aman keluarga mereka di daerah.
Iqbal menilai negara harus hadir memberikan jaminan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri. Diplomasi dan koordinasi lintas kementerian perlu diperkuat agar respons pemerintah cepat dan tepat. Transparansi informasi juga dianggap penting.
Sementara itu, suara keprihatinan datang dari Lombok Barat. Dinda Ayu Azani menyampaikan empatinya terhadap korban konflik dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Ia menilai perang selalu menyisakan penderitaan yang luas.
“Secara pribadi saya sangat prihatin dengan perang yang terjadi saat ini, karena pasti menimbulkan korban dan banyak ketidakpastian,” tuturnya.
Ia menilai konflik tidak pernah berdiri sendiri dan membawa konsekuensi sosial yang panjang. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh negara yang terlibat, tetapi juga masyarakat global.
“Keselamatan mereka harus benar-benar menjadi perhatian utama pemerintah kita,” kata Dinda.
Kekhawatiran masyarakat NTB ini menjadi cerminan bahwa konflik global memiliki resonansi hingga ke daerah. Pemerintah diharapkan mampu merespons dengan kebijakan yang adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Dengan demikian, aspek kemanusiaan dan keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan strategis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....