Menteri KKP Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Lombok Timur

  • 27 Feb 2026 16:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 28 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat berbagai fasilitas yang telah dibangun untuk mendukung aktivitas nelayan, mulai dari gedung Koperasi Nelayan Merah Putih, bengkel nelayan, balai pelatihan, kios pemasaran ikan, rumah genset, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.

Dalam dialog bersama nelayan dan pemerintah daerah, Menteri Trenggono menegaskan pentingnya menjaga dan mengelola fasilitas tersebut dengan baik. “Senang dibangun kampung nelayan ini? Kalau senang tolong dijaga, dikelola, kalau rusak diperbaiki. Ingatkan koperasinya karena ini milik saudara-saudara semua,” ujarnya.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki garis pantai sepanjang 220 kilometer yang membentang dari wilayah utara hingga selatan. Ia menyebut terdapat sekitar 1.000 hektare kawasan yang dikelola 53 perusahaan budidaya, khususnya lobster.

“Khusus di Desa Ekas Buana ini adalah laut tempat kami memelihara lobster, kerapu dan ikan lainnya. Di sinilah juga masyarakat melakukan penangkapan ikan,” kata Haerul Warisin.

Ia mengaku bersyukur atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih karena dinilai mampu menata aktivitas nelayan sekaligus mendukung wisata kuliner terapung yang berkembang di kawasan tersebut. Menurutnya, sebelum dilakukan penataan, puluhan perahu wisata kerap parkir di tengah laut yang berisiko terhadap keselamatan. Setelah dilakukan penertiban, pendapatan pajak daerah pun meningkat signifikan.

“Dulu ada hotel yang bayar pajak sekitar 17 juta rupiah per bulan, setelah penataan bisa sampai 100 juta rupiah per bulan,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan masih adanya kebutuhan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk menunjang operasional nelayan. Ia mengusulkan empat lokasi kampung nelayan mengingat panjangnya garis pantai dan tingginya angka kemiskinan yang mencapai 13,47 persen dari total sekitar 1,5 juta penduduk.

“Dengan adanya cold storage berkapasitas 10 ton di sini, kalau tangkapan banyak tidak harus langsung dijual. Bisa disimpan dan dikelola koperasi agar harga tetap stabil,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Trenggono memastikan bahwa setelah proses serah terima, pengelolaan Koperasi Nelayan Merah Putih akan diserahkan kepada pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah dan koperasi nelayan. Ia juga akan memberikan bantuan 10 unit kapal. Melihat banyaknya keramba budidaya di perairan Ekas Buana, Menteri menyatakan akan membantu penataan dan peningkatan produksi. Ia juga mengingatkan agar nelayan tidak lagi menjual benih bening lobster ke luar negeri.

“Masa kita kalah sama Vietnam. Kalau bisa dibudidayakan di sini, jangan lagi dijual keluar. Kalau tidak punya keramba nanti kita berikan bisa minta melalui koperasi atau langsung ke pemerintah daerah, nanti kita bantu,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan untuk menciptakan pusat ekonomi baru berbasis kelautan dan perikanan serta menekan angka kemiskinan di wilayah pesisir. “Kita harus ciptakan semua potensi ekonomi yang ada di sini. Penangkapan ada, budidaya ada. Mestinya dua tahun ke depan sudah tidak ada lagi yang miskin, semuanya menjadi sejahtera,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....