Command Center Mataram Perkuat Peringatan Dini Cuaca

  • 27 Feb 2026 07:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memperkuat sistem peringatan dini kebencanaan dengan memaksimalkan peran Command Center di bawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya intensitas hujan yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam beberapa hari terakhir, guna memastikan arus informasi cuaca dan potensi banjir lebih cepat, terorganisir, dan terkoneksi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Diskominfo Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, menjelaskan bahwa setiap informasi dari wilayah hulu diproses terlebih dahulu di Command Center sebelum dilaporkan kepada pimpinan daerah.

“Kecepatan arus informasi menjadi faktor krusial agar pemerintah dapat segera mengambil langkah teknis apabila status ketinggian air mencapai kategori waspada atau siaga,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko saat debit air meningkat.Pemantauan debit air dilakukan berjenjang melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram.

Data ketinggian air di sejumlah pintu air yang mengarah ke Kota Mataram diperbarui Dinas PUPR dan dibagikan melalui Grup WhatsApp Siaga Bencana yang melibatkan BPBD, DLH, Disperkim, camat, hingga lurah. Perhatian khusus diberikan pada tiga sungai yang melintasi Kota Mataram sebagai titik rawan luapan saat musim hujan.

"Untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat, Pemkot tetap mengandalkan media sosial resmi serta kanal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam menyampaikan prakiraan cuaca dan peringatan dini," ujarnya.

Selain itu, Sambung Ramadhani warga didorong memanfaatkan layanan darurat Call Center 112 yang terhubung langsung dengan OPD teknis agar laporan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Itu memang tugas kami untuk terus menyosialisasikan serta melatih operator 112 dan SP4N-LAPOR! agar memahami standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganannya. Karena dalam kebencanaan tidak boleh ada jeda,” jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....