Ribuan Warga NTB Terdampak Banjir Satu Anak Meninggal
- 26 Feb 2026 15:06 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Hujan deras yang terjadi sejak Senin lalu memicu banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten di Pulau Lombok. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPBD NTB) mencatat sekitar 1.930 kepala keluarga (KK) terdampak di Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Seorang anak berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Miftahuddin, mengatakan curah hujan tinggi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi tersebut.
“Bencana terjadi di tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Dampaknya banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur,” ujar Miftahuddin di Kantor Gubernur NTB, Kamis, 26 Februari 2026.

Di Kabupaten Lombok Timur, banjir terparah terjadi di Desa Pijot, Kecamatan Keruak. Berdasarkan laporan sementara, satu anak bernama Azril, 4 tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus. Namun hingga kini BPBD masih menunggu pembaruan resmi dari tim pencarian dan pertolongan.
Selain di Pijot, genangan juga dilaporkan merendam sejumlah desa lain, termasuk halaman Kantor Bupati Lombok Timur di Selong. BPBD telah mendirikan tenda darurat dan mengirim tim ke lokasi sejak malam kejadian.
Sementara itu di Lombok Tengah, banjir terjadi di wilayah Pujut dan sekitarnya. Namun tim BPBD sempat terkendala menuju lokasi karena debit air tinggi dan adanya jembatan rusak di jalur akses. Warga juga melaporkan kekhawatiran munculnya buaya di area genangan, sehingga aktivitas pada malam hari terhenti.
“Kondisi air masih besar dan genangan tinggi. Kami masih menunggu pengajuan kebutuhan logistik dari lapangan untuk ditindaklanjuti melalui Belanja Tidak Terduga maupun koordinasi dengan dinas sosial,” kata Miftahuddin.
Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Kuta, kawasan Mandalika, termasuk genangan di sekitar area sirkuit. BPBD menyebut air telah berangsur surut pada Rabu pagi. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai evakuasi wisatawan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas pariwisata.
Miftahuddin mengatakan longsor di kawasan perbukitan sekitar Mandalika dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi lahan yang rentan. “Curah hujan tinggi, ditambah perubahan kondisi kawasan perbukitan, membuat lereng lebih mudah longsor,” ujarnya.
Di Lombok Barat, longsor menyebabkan kerusakan pada ruas jalan kabupaten di wilayah Sekotong menuju Buwunmas. Badan jalan dilaporkan hampir putus di beberapa titik. BPBD mengimbau masyarakat menghindari jalur tersebut, terutama saat hujan, guna mencegah kecelakaan atau bencana susulan. Infrastruktur yang terdampak merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
Pemerintah provinsi, kata dia, akan berkoordinasi dengan dinas teknis untuk menghitung kerusakan dan menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
BPBD NTB mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat wilayah NTB masih berada pada periode puncak musim hujan. Potensi hujan intensitas tinggi dinilai masih dapat memicu banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur secara tiba-tiba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....