Ribuan Pohon Kurma Tumbuh, Kepala DKP3: Kurma Bukan Lagi Tanaman Percobaan di KLU
- 26 Feb 2026 01:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Pengembangan komoditas kurma di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) menegaskan komitmennya untuk membawa kurma lokal naik kelas hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, menyampaikan bahwa berdasarkan data sejak 2016 hingga 2024, tercatat sebanyak 3.007 pohon kurma telah ditanam dan tersebar di lima kecamatan, yakni Gangga, Tanjung, Kayangan, Bayan, dan Pemenang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 224 pohon telah berbuah, sementara lebih dari 500 pohon lainnya sudah mengeluarkan mayang jantan maupun betina. Menurutnya, capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi indikator tumbuhnya harapan dan potensi ekonomi baru di Gumi Tioq Tata Tunaq.
“Sekarang kita berbicara bukan hanya tentang angka, tetapi tentang harapan, masa depan, dan potensi besar yang sedang tumbuh di tanah yang kita cintai,” ujarnya.
Tresnahadi menjelaskan, data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan pendataan terbatas bersama para penggiat kurma dari komunitas Ukhuwah Datu Nusantara, masih banyak pohon kurma yang tumbuh di pelosok Lombok Utara dan belum terdata secara menyeluruh, baik yang ditanam secara sengaja maupun yang tumbuh tanpa perencanaan awal.
Ia menegaskan bahwa banyaknya pohon kurma yang tersebar menjadi bukti bahwa kurma bukan lagi sekadar tanaman percobaan di Lombok Utara, melainkan telah menjadi bagian dari gerakan pertanian masyarakat.
Meski demikian, Tresnahadi mengakui secara objektif bahwa mayoritas kurma yang tercatat dalam data masih merupakan varietas lokal dengan kualitas standar. Dari sisi rasa, tekstur, ukuran buah, hingga daya saing pasar, komoditas ini dinilai masih berada pada tahap pengembangan.
Karena itu, ke depan DKP3 KLU akan mendorong pengembangan varietas Kurma Kumari Barhee yang memiliki keunggulan rasa manis legit, tekstur lembut, serta kualitas buah yang masuk kategori kurma kelas dunia.
“Inilah varietas yang akan kita dorong menjadi ikon kurma Lombok Utara. Daerah ini memiliki iklim, karakter tanah, dan semangat masyarakat yang sangat potensial untuk pengembangan Kurma Kumari Barhee secara lebih serius, terstruktur, dan berorientasi pasar global,” katanya.
Menurut Tresnahadi, pengembangan tersebut harus ditopang dengan perencanaan yang matang, pendampingan teknologi budidaya, peningkatan kualitas bibit, serta pengelolaan yang profesional. Dengan langkah itu, Lombok Utara ditargetkan dapat berkembang menjadi sentra kurma yang tidak hanya kuat di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya saing nasional bahkan internasional.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan data yang ada sebagai pijakan dalam merancang lompatan besar sektor pertanian kurma di daerah tersebut.
“Mari kita jadikan data ini bukan sekadar laporan, tetapi sebagai pijakan untuk melompat lebih jauh, dari kurma standar menuju kurma berkualitas dunia, dari penanaman tradisional menuju agribisnis modern,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....