Pelaku Pariwisata Desak Kalender Event NTB Segera Diluncurkan

  • 21 Feb 2026 21:01 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Minimnya kalender event resmi di kawasan wisata menjadi sorotan serius pelaku industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini dinilai menghambat kesiapan daerah dalam membangun promosi terarah, terukur, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis seperti Senggigi, Lombok Barat.

General Manager Merumatta, Fahrurrozi, menegaskan hingga kini belum ada kalender event provinsi yang secara jelas berpihak pada kawasan Senggigi. Padahal, kalender tersebut seharusnya menjadi panduan utama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di NTB.

“Keberpihakan ke provinsi NTB, khususnya ke Senggigi Lombok Barat, itu memang dibuktikan dengan belum adanya kalender event di Senggigi,” ujar Fahrurrozi saat ditemui RRI, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut Fahrurrozi, kalender event bukan sekadar daftar kegiatan tahunan, melainkan fondasi strategis bagi sinkronisasi program pariwisata dari tingkat provinsi hingga pelaku usaha di lapangan. Tanpa acuan tersebut, setiap pihak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang sama.

“Kalender event itu kan panduan kita sebagai masyarakat NTB. Itu sangat perlu segera dilaunching, karena stakeholder lain yang ada di bawahnya akan menyesuaikan dengan kalender itu,” katanya.

Ia menjelaskan, jika kalender event tersedia sejak awal tahun, promosi dapat dilakukan lebih dini dan lebih masif. Hotel, biro perjalanan, hingga pelaku UMKM pariwisata bisa menginformasikan agenda daerah kepada tamu jauh hari sebelumnya.

“Di awal-awal kita sudah bisa berpromosi, ini loh kalender event NTB. Bulan ini ada ini, bulan itu ada ini. Ke tamu-tamu hotel pun bisa langsung diinformasikan,” ucapnya.

Selain memperkuat promosi, kalender event juga berperan penting dalam mencegah benturan jadwal antarwilayah. Tanpa sinkronisasi, konsentrasi wisatawan bisa terpecah karena beberapa acara digelar bersamaan di lokasi berbeda.

“Kalau kita buat acara itu tidak bentrok. Tidak bentrok dengan kalender event yang disetting provinsi. Kalau kita buat acara di sini, sementara di sana juga ada acara besar, fokus pengunjung jadi terpecah,” katanya.

Fahrurrozi menutup pernyataannya dengan menekankan kehadiran kalender event yang jelas dan berpihak akan menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata NTB secara nasional dan berdaya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....