Sistem MASARO Kurangi Beban Masalah Sampah Lombok Barat

  • 17 Feb 2026 12:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Masalah sampah yang selama bertahun-tahun membebani banyak daerah di Indonesia mulai menemukan harapan baru di Kabupaten Lombok Barat. Pemerintah daerah setempat kini mendorong penerapan sistem pengelolaan modern bernama MASARO sebagai solusi berkelanjutan yang dinilai mampu menekan volume sampah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat pada Jumat 6 Februari 2026. Kunjungan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan moril kepada para tenaga MASARO yang sedang mengikuti pengarahan teknis sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini menekankan pentingnya menjalankan sistem MASARO secara maksimal dan profesional. Menurutnya, pendekatan Manajemen Sampah Zero ini merupakan jawaban jangka panjang atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir Kebon Kongok yang kian kritis.

“MASARO mengajarkan kita dengan teknologi dan ketelatenan, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk cair berkualitas, sementara sampah plastik dapat kembali masuk ke rantai industri, Inilah ekonomi sirkular yang akan kita besarkan di Lombok Barat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan MASARO tidak akan berhenti di tingkat kabupaten. Program ini dirancang menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi hingga kecamatan dan desa, agar penanganan sampah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya.

Suasana kunjungan terasa berbeda ketika Bupati menyapa langsung para petugas lapangan. Ia menegaskan bahwa tenaga MASARO memiliki peran strategis yang jauh melampaui tugas petugas kebersihan konvensional.

“Rekan-rekan di sini bukan sekadar pengangkut sampah, Anda adalah teknisi lingkungan yang mengoperasikan teknologi untuk menyelamatkan bumi kita. Karena itu, kesejahteraan, kesehatan, dan fasilitas kerja akan menjadi perhatian serius pemerintah,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....