DPRD Loteng Pelajari Kemitraan Media di Kota Yogyakarta
- 11 Feb 2026 11:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Puluhan wartawan dari Lombok Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan yang difasilitasi Sekretariat DPRD Lombok Tengah itu dipimpin langsung Sekretaris DPRD Lombok Tengah, Suhadi Kana.
Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan pola kemitraan antara pemerintah daerah dan media, serta strategi penyebaran informasi publik yang efektif dan adaptif di era digital.
Suhadi Kana menegaskan, media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Media adalah mitra kami dalam penyebaran informasi, baik di DPRD maupun di pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah. Melalui kunjungan ini, kami ingin berbagi dan menggali pengetahuan dengan Diskominfo Kota Yogyakarta tentang bagaimana menyampaikan informasi secara efektif kepada khalayak luas,” ujarnya.
Ia mengatakan, rombongan ingin mengetahui secara langsung model kerja sama antara Dinas Kominfo dan media di Kota Yogyakarta. Termasuk, apakah terdapat mekanisme verifikasi khusus bagi media yang menjalin kemitraan atau terbuka bagi seluruh insan pers yang menjalankan aktivitas jurnalistik.
Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menggali praktik-praktik baik (best practice) yang diterapkan Pemkot Yogyakarta dalam pengelolaan informasi publik. Hasil studi banding tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
“Kami ingin melihat apa saja yang bisa diadopsi di Lombok Tengah, khususnya dalam membangun sinergi yang sehat antara pemerintah dan media,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati Sah, menjelaskan bahwa hubungan kemitraan dengan media berada di bawah Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP). Pemkot Yogyakarta bahkan menyediakan ruang dan fasilitas khusus bagi para pewarta.
“Kami menyediakan satu tempat khusus untuk wartawan bekerja. Ada gedung dengan fasilitas yang mendukung aktivitas jurnalistik,” jelasnya.
Ia menambahkan, wartawan yang tergabung dalam peguyuban pewarta di lingkungan Pemkot Yogyakarta melalui proses seleksi internal oleh sesama wartawan. Seleksi tersebut bertujuan memastikan profesionalisme dan kelayakan sebagai jurnalis.
Di sisi lain, Kominfo Kota Yogyakarta juga mengelola media resmi pemerintah yang diproduksi secara mandiri untuk mendukung publikasi program dan kebijakan daerah.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Yogyakarta, Edy Sugiarto, menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh efektivitas penyebaran informasi.
“Yogyakarta bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata teramai karena didukung oleh penyebaran informasi yang masif dan terkelola dengan baik,” katanya.
Ia mengungkapkan, mayoritas wartawan di Yogyakarta merupakan media online. Meski tidak semuanya terverifikasi Dewan Pers, Pemkot Yogyakarta tidak bersikap kaku dalam menjalin kerja sama.
“Siapa saja yang menjalankan kegiatan jurnalistik kami terima dan fasilitasi. Dengan adanya paguyuban pewarta, koordinasi menjadi lebih mudah dan kami sangat terbantu dalam penyebarluasan rilis kegiatan wali kota dan pemerintah kota,” jelasnya.
Edy juga memastikan bahwa dalam kerja jurnalistik tetap dijaga independensi. Setiap pemberitaan dianalisis melalui monitoring media untuk melihat dampak dan persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah.
Dari sisi internal, Diskominfo Kota Yogyakarta juga didukung sumber daya manusia yang memadai. Tersedia tim pewarta, videografer, hingga fotografer yang siap mempublikasikan agenda dan kinerja pemerintah kota kapan pun dibutuhkan.
“Tim kami juga memproduksi konten yang bersifat edukatif agar informasi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....