Longsor Berulang di Jalur Pusuk Sembalun, Menjadi Atensi Pemerintah
- 10 Feb 2026 20:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Tanah longsor yang beberapa kali terjadi di jalur wisata Pusuk Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kondisi tersebut dinilai berpotensi terjadi kembali sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan masih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk melakukan asesmen guna mencegah terjadinya longsor susulan. “Asesmen ini juga merupakan perintah langsung Gubernur NTB untuk memastikan ada solusi pencegahan longsor di lokasi tersebut,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen sementara, diperlukan pembangunan bronjong untuk menahan material tanah dan batuan agar lebih kokoh dan tidak langsung jatuh ke badan jalan. “Selama ini longsoran material kerap menutup akses menuju Sembalun maupun sebaliknya sehingga mengganggu mobilitas masyarakat dan wisatawan,” jelasnya.
BPBD Lombok Timur juga mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara, agar tetap waspada terhadap berbagai potensi bahaya di jalur tersebut. “Selain longsor susulan, ada ancaman pohon tumbang, jalan licin saat hujan deras, serta kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan aparat kepolisian terus bersiaga menghadapi potensi bencana alam di kawasan Sembalun. “Dengan curah hujan yang masih tinggi, potensi longsor susulan maupun pohon tumbang masih cukup besar, sehingga kami terus meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi jalur wisata Pusuk Sembalun untuk meningkatkan kewaspadaan. “Patuhi arahan petugas, perhatikan kondisi cuaca sebelum bepergian, dan utamakan keselamatan agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....