Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidro
- 10 Feb 2026 13:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bima merilis bahwa Februari merupakan puncak musim hujan di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Februari mendatang.
Kondisi geografis Kabupaten Dompu yang didominasi perbukitan menjadikan wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor dan banjir.
Tekstur tanah yang labil saat diguyur hujan berkepanjangan meningkatkan risiko longsoran, khususnya di daerah pemukiman yang berada di lereng bukit.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan cuaca.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Dompu, Agus Irawan, meminta warga yang bermukim di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan pesisir agar lebih waspada terhadap potensi bencana.
Menurutnya, sejumlah sungai di Kabupaten Dompu mengalami penyempitan, sehingga berpotensi meluap saat hujan lebat. Kondisi ini diperparah dengan kawasan perkotaan yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir ketika curah hujan tinggi.
“Kerusakan hutan penyangga juga menjadi faktor utama meningkatnya risiko longsor di sekitar pemukiman warga,” katanya, Selasa, 10 Februari 2026.
BPBD Dompu juga mengingatkan masyarakat untuk segera mengungsi sementara apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu lama, terutama jika berada di wilayah rawan longsor dan banjir.
Adapun daerah yang menjadi perhatian khusus adalah Kecamatan Kempo dan Kecamatan Hu’u. Kedua wilayah ini dinilai memiliki potensi besar terjadi banjir bandang.
Diketahui, pada tahun 2021, Kecamatan Hu’u sempat luluh lantak akibat diterjang banjir bandang.
Sejumlah peneliti menyebutkan bahwa banjir Hu’u merupakan banjir siklus lima tahunan, yang dipicu oleh kerusakan hutan penyangga akibat alih fungsi lahan menjadi pertanian.
“Memasuki awal tahun 2026, banjir bandang kembali terjadi di Kecamatan Hu’u, meski dengan dampak yang tidak separah peristiwa tahun 2021,” katanya.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak akan pentingnya menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....