Jalan Lintas Tente-Parado Rusak, Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran LPG Terpenuhi

  • 09 Feb 2026 12:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram: Pertamina Patra Niaga pastikan penyaluran LPG di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya terpenuhi. Prioritas penjualan juga diperketat ke konsumen _end user_ dengan harga sesuai HET. 

Seperti diketahui, pekan lalu, telah terjadi kerusakan jalan di lintas Tente-Parado. Kerusakan yang cukup parah ini terjadi imbas hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima selama berhari-hari yang kemudian memicu pergerakan tanah di jalan Lintas Tente–Parado, tepatnya di Desa Parado Wane, Kecamatan Parado. Kondisi ini kemudian berdampak terhadap perekonomian dan sosial masyarakat. Akibat jalan rusak kemudian membuat harga gas LPG mengalami kenaikan yang signifikan. 

Dalam siaran pers resminya pada Senin 9 Februari 2026, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, imbas kerusakan ini, ada jalan yang tidak bisa dilalui yang kemudian diberlakukan double handling dan tenaga tambahan untuk memindahkan tabung ke kendaraan lain.

Distribusi awal memang sempat mengalami kendala. Namun setelahnya, warga masyarakat langsung melaksanakan gotong royong untuk penimbunan ruas jalan yang rusak agar dapat dilalui kendaraan besar dikarenakan tidak adanya jalur alternatif untuk menuju Parado. Kondisi di lapangan saat ini, akses jalan rusak tersebut sudah bisa dilalui kendaraan berat dan harga LPG di pangkalan dipastikan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 18.000,-.

Ahad mengatakan, Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area NTB telah berkoordinasi dengan BPBD, APH, dan pemerintah daerah terkait. Upaya penanggulangan kondisi jalan yang rusak telah dilaksanakan. 

"Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area NTB telah melaksanakan koordinasi dengan agen setempat untuk dapat mengirim tambahan pasokan ke desa terdampak. Agen dan pangkalan pun telah diarahkan agar memprioritaskan penjualan ke konsumen langsung. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus dipantau demi pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat terdampak," ujar Ahad. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....