BULOG NTB Terjun Serap Gabah Petani Demi Capai Target 2026
- 06 Feb 2026 13:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, mulai menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui koordinasi intensif dengan Kelompok Tani Lendang Sedi, pemerintah desa memastikan gabah kering panen petani siap diserap oleh Perum Bulog untuk memperkuat cadangan beras negara.
Panen perdana berlangsung di Dusun Lendang Sedi pada Jumat, 6 Februari 2026. Dengan luas lahan mencapai 80 are, proses panen dilakukan secara manual dan menghasilkan perkiraan gabah sebanyak empat ton. Seluruh hasil panen tersebut telah dinyatakan siap dijual dan diambil langsung oleh Bulog sesuai standar pengadaan yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat dalam mengejar target besar pengadaan gabah dan beras tahun 2026. Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan target pengadaan tahun ini ditetapkan sebesar 240.661 ribu ton setara beras.
| Baca juga: Stok Beras Bulog NTB Aman hingga Tahun Depan |
“Persiapan pengadaan gabah dan beras terus kami matangkan sejak awal musim panen agar hasil petani terserap maksimal,” katanya.
Untuk mencapai target nasional pengadaan empat juta ton, Bulog tidak bekerja sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, mulai dari keterlibatan TNI melalui Babinsa hingga dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Pertanian yang turun langsung ke sawah mendampingi petani.
“Kami memastikan kehadiran Bulog benar-benar dirasakan petani sejak panen, bukan hanya di atas kertas,” ucapnya.
Selain penyerapan langsung di lapangan, Bulog NTB juga mengakselerasi pengadaan gabah melalui Jaringan Mitra Pengadaan Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Skema ini dinilai mampu mempercepat proses serap gabah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah di Giri Sasak ini menjadi penanda dimulainya strategi lapangan Bulog NTB pada 2026. Dengan pola kerja terintegrasi dan kehadiran langsung di sentra produksi, Bulog optimistis target 240.661 ribu ton setara beras dapat dicapai secara bertahap.
“Kami yakin dengan kolaborasi yang sudah berjalan ini target pengadaan tahun 2026 dapat terpenuhi,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....