Museum NTB Perkuat Sinergi Strategis Bersama RRI Mataram

  • 06 Feb 2026 12:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kolaborasi antara Museum NTB dan RRI Mataram dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan eksposur kebudayaan daerah. Sinergi tersebut disebut memperluas jangkauan informasi museum hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Penguatan kerja sama ini tidak hanya sebatas publikasi kegiatan, tetapi juga membangun ekosistem promosi kebudayaan yang berkelanjutan. Museum memandang media publik sebagai mitra strategis dalam membentuk persepsi positif masyarakat.

Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, menegaskan bahwa RRI Mataram memiliki kontribusi signifikan dalam menyosialisasikan program dan koleksi museum. Ia menyebut kehadiran RRI Mataram membantu museum menjangkau audiens yang lebih luas melalui siaran radio dan jejaring pemberitaan.

“RRI sangat membantu dalam sosialisasi museum, baik kegiatannya maupun koleksinya. Tidak hanya di level regional, tetapi juga nasional bahkan internasional melalui jaringan pemberitaan,” ungkapnya, Rabu 4 Februari 2026.

Menurutnya, pemberitaan yang dilakukan RRI Mataram tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran publik tentang pentingnya kebudayaan. Ia menilai eksposur yang konsisten berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan museum.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 kunjungan langsung ke Museum NTB mencapai sekitar 44 ribu orang. Angka tersebut, menurutnya, mencerminkan efektivitas promosi yang dilakukan bersama media.

Dalam pandangannya, radio tetap memiliki kekuatan penetrasi informasi yang luas dan merata. RRI dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang tidak terakses optimal oleh media digital.

“Melalui radio, kami bisa menyapa masyarakat NTB dan Indonesia secara lebih luas. Bahkan informasi yang disampaikan sering menarik perhatian di tingkat nasional,” jelasnya.

Dr. Nuralam juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kolaborasi melalui nota kesepahaman atau MOU antara kedua belah pihak. Ia menilai MOU menjadi landasan formal untuk meningkatkan kualitas dan intensitas kerja sama.

Ia menyebut kerja sama tersebut bukan hanya pada aspek pemberitaan, tetapi juga penguatan program edukasi kebudayaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas literasi budaya masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kualitas kemitraan menjadi prioritas agar transformasi museum berjalan optimal. RRI Mataram disebut sebagai salah satu stakeholder utama dalam mendukung misi tersebut.

“Kami berharap dengan adanya MOU ini, kualitas kerja sama dengan RRI terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berpandangan bahwa promosi kebudayaan memerlukan kolaborasi multipihak agar dampaknya berkelanjutan. Media publik diposisikan sebagai jembatan komunikasi antara museum dan masyarakat.

Ke depan, Museum NTB berkomitmen memperkuat sinergi program dengan RRI Mataram dalam berbagai format siaran dan publikasi. Kerja sama ini diharapkan mempertegas peran museum sebagai pusat informasi dan edukasi kebudayaan.

“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam transformasi museum yang lebih terbuka dan komunikatif,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....