Satpolairud–Muslimat NU Jaga Pesisir Sumbawa
- 05 Feb 2026 10:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sumbawa memperkuat upaya pencegahan tindak pidana kelautan dan perikanan, melalui sinergi bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini digelar, Selasa 3 Februari 2026, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.
Kasat Polairud Polres Sumbawa, Iptu Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, S.H., hadir sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema sinergitas Satpolairud dan Muslimat NU, dalam menjaga keamanan perairan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan mother policing atau polisi keibuan, yang dipadukan dengan syiar agama. Upaya ini sebagai strategi pencegahan dini tindak pidana di wilayah pesisir.
Kasat Polairud Polres Sumbawa, Iptu Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, S.H., yang ditemui, Kamis 5 Februari 2025 mengatakan, perempuan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, sekaligus kelestarian ekosistem laut. Melalui pendekatan yang persuasif dan humanis, Satpolairud berupaya membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, khususnya ibu-ibu pesisir. Dengan cara mendengarkan curahan hati atau curhat terkait persoalan sosial dan ekonomi yang mereka hadapi.
“Dari dialog inilah kami bisa mendeteksi lebih awal potensi kerawanan sosial dan pelanggaran hukum di wilayah perairan, seperti penggunaan alat tangkap merusak, pencurian hasil laut, hingga penyelundupan,” ujar Baiq Shinta.
Ia menjelaskan, program mother policing yang diusung Satpolairud tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada edukasi ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan. Melalui kolaborasi dengan Muslimat NU, para ibu pesisir diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sumber daya laut serta mencari nafkah yang sesuai dengan aturan hukum dan nilai-nilai agama.
Ketua dan jajaran Muslimat NU Kabupaten Sumbawa turut menyambut baik sinergi tersebut. Dalam program ini, Muslimat NU berperan aktif memberikan pelatihan keterampilan pengolahan hasil perikanan kepada kelompok ibu-ibu pesisir. Ikan tangkapan diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon, kerupuk, dan olahan inovatif lainnya guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Langkah ini dinilai efektif untuk menekan faktor ekonomi yang kerap menjadi pemicu terjadinya tindak pidana di perairan, seperti illegal fishing dan praktik destructive fishing. Selain itu, edukasi ketahanan pangan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat pesisir.
Pendekatan syiar agama yang diselipkan dalam kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran hukum. Masyarakat diajak memahami bahwa menjaga laut dan mencari nafkah secara halal merupakan kewajiban moral sekaligus religius.
Sinergitas Satpolairud Polres Sumbawa dan Muslimat NU ini merupakan wujud nyata penerapan community policing yang inovatif. Kehadiran langsung Kasat Polairud dalam rapat kerja dan kegiatan Muslimat NU menegaskan peran strategis organisasi perempuan tersebut dalam memperkuat ketahanan keluarga dan keamanan wilayah perairan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, lanjut Baiq Shinta, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di kawasan pesisir Kabupaten Sumbawa. Tentunya dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan religius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....