Mataram Perketat Kewaspadaan Dini Ancaman Virus Nipah

  • 04 Feb 2026 15:04 WIB
  •  Mataram

RRI. CO. ID, Mataram- Pemerintah Kota Mataram meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan dengan mengaktifkan sistem deteksi dini dan respons cepat untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus nipah. Langkah ini dilakukan melalui Dinas Kesehatan Kota Mataram sebagai tindak lanjut surat edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virnih

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia maupun di Mataram.salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah mengaktifkan penggunaan thermal scanner di pintu-pintu layanan kesehatan. 

“Alat ini penting untuk mendeteksi dini apabila ada indikasi awal, sehingga pemeriksaan intensif dapat segera dilakukan,” ujarnya,Rabu 4 Februari 2026.

Menurutnya, deteksi awal menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Selain itu, seluruh laboratorium kesehatan di Kota Mataram juga disiagakan, mulai dari pengambilan hingga pengiriman sampel dan proses diagnosis. Emirald menegaskan, penanganan terhadap pasien yang dicurigai terpapar virus nipah akan dilakukan secara khusus.

“Penanganannya disesuaikan dengan jalur penyakit serta sistem layanan kesehatan yang ada,” katanya.

Emirald menjelaskan virus nipah bukanlah penyakit baru, namun berpotensi muncul kembali karena memiliki reservoir alami pada kelelawar buah yang dapat menular ke manusia. Pemerintah Kota Mataram, lanjutnya, telah menyurati seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit, agar meningkatkan kewaspadaan.

“Bentuk kewaspadaan ini adalah deteksi dini, walaupun belum ada kasus. Pemerintah pusat sangat serius merespons penyakit ini,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan juga mengintensifkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, termasuk penerapan pola hidup bersih dan sehat. Emirald mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada.

“Kami minta masyarakat tidak panik, tetapi segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan seperti demam tinggi, flu, atau radang tenggorokan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan kesiapsiagaan,” ucapnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....