Tambang Emas Ilegal di Loteng Ramai Diserbu Warga, Polisi Turun Beri Imbauan Humanis
- 03 Feb 2026 19:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Aktivitas tambang emas ilegal marak terjadi di Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Lonjakan harga emas memicu ratusan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang untuk mendulang emas di aliran sungai perbukitan setempat, meski aktivitas tersebut dilakukan tanpa izin resmi dan berisiko merusak lingkungan.
Pantauan RRI Mataram di lokasi, para pendulang tampak memadati aliran air di sela-sela bukit desa. Aktivitas mendulang emas ini bahkan viral di media sosial, sehingga semakin menarik minat warga dari luar daerah untuk ikut mencoba peruntungan. Tak sedikit pendulang yang memilih bertahan hingga berhari-hari dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi tambang dadakan.
Sejumlah warga mengklaim mampu memperoleh hingga beberapa gram emas dalam sehari. Klaim tersebut membuat jumlah pendulang terus bertambah dari waktu ke waktu, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan keselamatan.
Menanggapi kondisi tersebut, aparat TNI-Polri bersama pemerintah desa turun langsung ke lokasi. Pendekatan humanis dan persuasif menjadi langkah utama yang dilakukan untuk mengedukasi para pendulang agar menghentikan aktivitas tambang ilegal.
Bhabinkamtibmas Desa Serage, Aipda Indra Jaya Kusuma, mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pemahaman kepada warga terkait risiko besar yang mengintai di balik aktivitas tersebut.
“Kami mengimbau warga dengan cara-cara yang humanis agar menghentikan aktivitas ini. Selain ilegal, penambangan tanpa izin juga berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan para pendulang sendiri,” ujar Aipda Indra Selasa 3 Februari 2026.
Ia menambahkan, dampak jangka panjang seperti longsor, pencemaran aliran air, hingga kerusakan ekosistem dapat merugikan masyarakat sekitar dalam waktu lama.
Hal senada disampaikan Babinsa Serage, Sertu Musa Retraubun. Ia menegaskan TNI akan terus bersinergi dengan Polri dan aparat desa untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkelanjutan.
“Kami mengajak warga untuk berpikir jangka panjang. Jangan sampai karena keuntungan sesaat, lingkungan rusak dan justru merugikan masyarakat ke depan,” katanya.
Aparat khawatir apabila aktivitas tambang emas ilegal ini terus dibiarkan, tidak hanya berpotensi memicu bencana alam seperti longsor, tetapi juga konflik sosial antarpendulang. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan intensif dan pendekatan dialogis guna mencegah meluasnya aktivitas penambangan di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....