NTB Dinilai Strategis Dukung Target Swasembada Pangan Nasional

  • 31 Jan 2026 09:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan nasional hanya dapat dicapai melalui komitmen berkelanjutan dan kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan hingga tahun 2029.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Rizal Ramdhani saat menghadiri Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah di Nusa Tenggara Barat menuju target empat juta ton setara beras tahun 2025, yang berlangsung di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat 30 Januari 2026.

Menurut Ahmad Rizal, swasembada pangan bukanlah program jangka pendek, melainkan agenda strategis nasional yang harus dijaga kesinambungannya. Ia menekankan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia menargetkan swasembada pangan dapat terus terwujud dan dipertahankan hingga tahun 2029, sehingga diperlukan peran aktif pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya saat pernah bertugas di Lombok pada tahun 2018, ketika daerah tersebut dilanda gempa bumi. Pengalaman itu, kata Ahmad Rizal, meninggalkan kesan mendalam sehingga Lombok memiliki tempat tersendiri baginya dan menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pangan.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menekankan pentingnya menyatukan komitmen dan memperkuat sinergi antar lembaga. Menurutnya, keberhasilan program pangan nasional tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, melainkan melalui kerja sama lintas sektor agar program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat berjalan selaras.

Sebagai langkah konkret, Perum BULOG akan melakukan roadshow ke seluruh daerah di Indonesia guna memastikan program swasembada pangan berjalan optimal di setiap wilayah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi dan penguatan dukungan terhadap petani, khususnya dalam penyerapan hasil panen.

Ahmad Rizal juga menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya difokuskan pada komoditas beras, tetapi juga mencakup jagung dan komoditas strategis lainnya. Ia menyebutkan bahwa target nasional produksi jagung sebesar tiga juta ton pada tahun 2025 telah tercapai, dan pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi empat juta ton.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti peran strategis Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu dari sembilan provinsi yang ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, NTB dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

Ahmad Rizal mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan di Lombok Utara yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....