Lombok Utara Dukung Swasembada Pangan Nasional Lewat Panen Raya

  • 31 Jan 2026 08:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui kehadiran Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri pada Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Jumat 30 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, unsur TNI-Polri, Forkopimda Lombok Utara, dan sejumlah undangan lainnya. Agenda ini menjadi bagian dari upaya strategis menuju target empat juta ton setara beras nasional pada tahun 2025.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan program berkelanjutan yang tidak hanya dicapai dalam satu waktu, tetapi harus dijaga hingga tahun 2029 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat.

Ia juga mengenang pengalamannya bertugas di Lombok pada tahun 2018 saat bencana gempa bumi melanda. Pengalaman tersebut, kata Ahmad Rizal, menumbuhkan kedekatan emosional sehingga Lombok terasa seperti rumah sendiri baginya.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menekankan pentingnya menyatukan komitmen dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah dapat berjalan selaras dan tanpa hambatan berarti. BULOG, kata dia, akan melakukan roadshow ke seluruh daerah di Indonesia untuk memastikan keberhasilan program swasembada pangan nasional.

Ia juga menambahkan bahwa swasembada pangan tidak hanya berfokus pada beras, tetapi juga mencakup komoditas strategis lain seperti jagung. Pada tahun 2025, target nasional tiga juta ton disebut telah tercapai, sementara pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi empat juta ton. Dari sembilan provinsi yang ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional, NTB menjadi salah satu daerah strategis.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Eva Dewiyani, mewakili Gubernur NTB, menyampaikan bahwa NTB memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan. Program tersebut dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Eva Dewiyani juga menyampaikan bahwa target swasembada pangan nasional yang direncanakan selama empat tahun, kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB saat ini memfokuskan pembangunan pada tiga sektor utama, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, serta pengembangan NTB sebagai destinasi wisata dunia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi lahan persawahan yang cukup luas, mencapai lebih dari 5.000 hektare. Dari luasan tersebut, sebagian lahan telah memasuki masa panen dan ke depan diharapkan mampu menopang target swasembada pangan nasional, khususnya pencapaian empat juta ton pada tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan program swasembada pangan melalui sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Wabup Kus juga menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Lombok Utara sebagai lokasi Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah. Menurutnya, hal tersebut menjadi wujud kepercayaan sekaligus komitmen bersama untuk terus berkolaborasi demi kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan di Lombok Utara, seraya berharap cita-cita bersama dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....