KNPI NTB Bangkit Bersama BNNP Tabuh Perang Besar Melawan Bandar Narkoba

  • 30 Jan 2026 13:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Mataram - Gerakan melawan narkoba di Nusa Tenggara Barat kini memasuki babak baru. Dewan Pengurus Daerah I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB resmi memperkuat barisan, menyatukan langkah dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika yang kian mengancam masa depan generasi muda.

Pertemuan strategis itu berlangsung di Kantor BNNP NTB, Kamis 29 Januari 2026, dan menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi serius antara organisasi kepemudaan dan aparat negara dalam menghadapi darurat narkoba di Bumi Gora.

Rombongan KNPI NTB yang dipimpin langsung Ketua DPD I Hairunisah hadir lengkap bersama jajaran pengurus, mulai dari sekretaris, bendahara hingga bidang Organisasi dan Kaderisasi. Mereka diterima langsung Kepala BNNP NTB Brigjen Pol. Marjuki, S.I.K., M.Si, didampingi pejabat utama bidang penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi.

Sekretaris DPD I KNPI NTB, Ardiansyah, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kondisi generasi muda saat ini. Katanya, data di lapangan menunjukkan sebagian besar penyalahguna narkoba justru berasal dari kalangan usia produktif.

“Hampir delapan puluh persen pengguna narkoba berasal dari kalangan pemuda. Ini alarm keras bagi kita semua karena merekalah yang seharusnya menjadi tulang punggung Generasi Emas Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa berhenti pada slogan dan sosialisasi seremonial semata. Ucapnya, dibutuhkan langkah nyata yang berani, terutama dalam membongkar jaringan besar yang selama ini menjadi aktor utama perusakan masa depan anak bangsa.

“Yang harus benar-benar disasar adalah para bandar. Kalau hulunya tidak diputus, maka korban akan terus bermunculan,” ucapnya.

Ketua DPD I KNPI NTB, Hairunisah, menilai peredaran narkoba bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi telah menjelma menjadi ancaman sosial dan keamanan masyarakat. Katanya, dampak narkoba kerap memicu tindak kriminal, konflik sosial, hingga rusaknya tatanan keluarga di NTB.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. KNPI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan mengambil peran langsung menyelamatkan generasinya,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BNNP merupakan bentuk keseriusan pemuda NTB untuk berdiri di garda depan perang melawan narkoba. Tutupnya, gerakan ini akan diterjemahkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana.

Sementara itu, Kepala BNNP NTB Brigjen Pol. Marjuki menyambut positif semangat yang ditunjukkan KNPI. Katanya, dukungan pemuda menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran narkoba yang kerap menyasar usia muda.

“Kami sangat mengapresiasi langkah KNPI NTB. Sinergi ini sejalan dengan cita-cita besar membangun Generasi Indonesia Emas yang bersih dari narkoba,” katanya.

Ia menegaskan, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan oleh aparat semata. Ucapnya, keterlibatan aktif pemuda akan memperkuat upaya pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi di seluruh wilayah NTB.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun program strategis berkelanjutan, yang melibatkan organisasi kepemudaan sebagai mitra utama BNNP dalam menjaga masa depan generasi NTB dari ancaman narkotika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....