Puluhan Titik Drainase Tersumbat Desa Perampuan Dibongkar PUPRPKP Lobar
- 27 Jan 2026 20:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat – Normalisasi drainase di Perampuan Lombok Barat akhirnya mulai menunjukkan hasil positif setelah banjir melanda beberapa pekan lalu. Masyarakat bersama pemerintah desa setempat menekankan pentingnya menjaga fungsi saluran irigasi agar sedimentasi tidak kembali menumpuk.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Barat, Lalu Ratnawi, menjelaskan timnya telah turun ke lapangan selama tiga hari terakhir untuk melakukan pengurukan, pembongkaran, dan pengerukan titik-titik yang rawan banjir.
“Di desa Perampuan, Karang Bongkot, dan Meninting, banyak saluran drainase yang tidak berfungsi normal. Warga diminta menjaga saluran dan menghindari membuang sampah sembarangan,” ujar Ratnawi saat ditemui RRI di kantornya Gerung, Lombok Barat, Selasa 27 Januari 2026.
Ratnawi menambahkan, beberapa saluran drainase di pemukiman sudah beralih fungsi, tertutup beton, atau terhalang gerbang perumahan, sehingga aliran air menjadi tersumbat. Sebagai tindak lanjut, instruksi Bupati Lombok Barat menegaskan pembongkaran beton-beton yang menutup saluran irigasi agar aliran air kembali lancar.
Di Karang Bongkot, tim PU Lombok Barat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) menurunkan alat berat untuk pengerukan sepanjang hampir 500 meter, termasuk di depan Pasar Karang Bongkot. Langkah ini dilakukan agar distribusi air dari sungai ke saluran drainase lebih lancar dan tidak menimbulkan genangan.
“Di depan SMP 2 Labuapi, saluran drainase juga kami perbaiki dengan unit yang lebih besar untuk memecah luapan air. Harapannya, dalam dua hari ke depan pengerjaan bisa tuntas,” jelas Ratnawi.
Puluhan titik pembongkaran dilakukan karena saluran yang menyempit atau tertutup total menyebabkan aliran air macet. Masyarakat diimbau melakukan gotong royong membersihkan selokan setiap tiga minggu sekali untuk mencegah sedimentasi akut.
Program normalisasi ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi masalah banjir yang berulang. Keberhasilan langkah ini diharapkan menjadi model penanganan drainase yang berkelanjutan di Lombok Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....