Nasib UMKM di Tengah Gempuran MBG!
- 27 Jan 2026 05:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID Mataram: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap pergerakan ekonomi lokal. Hal tersebut disampaikan Heri Karisma, Aslap (Asisten Lapangan) SPPG MBG Kabupaten Lombok Timur.
Keterangan itu disampaikan Heri Karisma kepada RRI Mminggu (25,01,2026) di sela-sela kunjungannya ke salah satu pelaku UMKM, Lapak Hijau, di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.
Menurut Heri, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju generasi emas Indonesia. Di sisi lain, program ini juga membuka peluang berproduksi bagi pelaku UMKM, petani, serta peternak lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG.
“Program MBG menyentuh banyak sektor, mulai dari UMKM pengolahan pangan, petani sayur dan bahan pangan, hingga peternak ayam pedaging dan ayam petelur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pelaku UMKM, petani, dan peternak kerap menghadapi kendala pemasaran dan kepastian serapan hasil produksi. Dengan adanya MBG, terdapat kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan standarisasi produksi.
Dari sektor pertanian dan peternakan, kebutuhan bahan pokok seperti sayur-mayur, telur, dan daging ayam dinilai mampu mendorong pemanfaatan lahan dan kandang secara lebih optimal. Bahkan, keterlibatan secara berkelompok dinilai dapat memperkuat kapasitas produksi masyarakat.
“Kepastian harga dan terserapnya hasil panen maupun ternak ini bisa dirasakan langsung, meskipun tetap membutuhkan penyesuaian,” kata Heri.
Ia menambahkan, MBG secara tidak langsung melatih masyarakat agar lebih aktif dan produktif secara ekonomi, tidak hanya bergantung pada bantuan tunai, tetapi memaksimalkan potensi usaha yang dimiliki.
Selain dampak ekonomi, Heri juga menyoroti meningkatnya peran masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Hal ini terlihat dari berbagai unggahan di media sosial yang menampilkan sajian MBG setiap hari.
“Masyarakat kini lebih kritis dan peduli terhadap kualitas serta standar pelaksanaan program pemerintah,” ujarnya.
Menurut Heri, pengawasan publik tersebut menjadi kekuatan tersendiri agar pelaksana program lebih disiplin, transparan, dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Ia berharap ke depan program MBG benar-benar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan dengan melibatkan UMKM, petani, peternak ayam pedaging dan petelur, serta sektor pendukung lainnya di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....