Lombok Tengah, Canangkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Perencanaan Pembangun

  • 20 Jun 2026 12:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Tengah resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pencanangan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan senam bersama ASN Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) di Halaman Gedung Trisol Kantor Bupati Lombok Tengah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati HM Nursiah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menggambarkan kondisi dan dinamika perekonomian daerah yang terus berkembang. Berbagai sektor usaha yang tumbuh, mulai dari UMKM, ekonomi digital, perdagangan berbasis daring, hingga usaha-usaha baru di masyarakat akan menjadi bagian penting dalam pendataan tersebut.

Menurutnya, data yang diperoleh melalui sensus akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Data tersebut juga akan mendukung upaya pengembangan UMKM, perluasan kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta penyusunan program pembangunan daerah yang lebih efektif.

“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Dari kebijakan yang tepat itulah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar Nursiah Jumat 19 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia mengatakan, sensus ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah. Hasil pendataan nantinya akan menjadi referensi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan, mulai dari penguatan sektor UMKM, pengembangan destinasi wisata, pembangunan sarana perdagangan, peningkatan akses infrastruktur produksi, hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Data yang akurat menjadi kunci lahirnya kebijakan yang tepat. Karena itu kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus,” ujarnya.

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lombok Tengah berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS melibatkan 1.061 petugas lapangan yang terdiri atas 124 pengawas, 936 petugas pencacah door to door, serta satu petugas khusus untuk pendataan usaha besar yang bertugas di seluruh wilayah Lombok Tengah.

Melalui pencanangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang valid dan akurat. Data yang terkumpul nantinya diharapkan mampu menjadi landasan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....