Dewan Lobar Pastikan Warga Perampuan Tidak Terancam Penyakit
- 26 Jan 2026 22:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Pasca banjir yang merendam Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, kekhawatiran terhadap dampak lanjutan mulai menguat. Air yang menggenangi permukiman warga tak hanya merusak aktivitas harian, tetapi juga memunculkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriyansyah, menegaskan persoalan pascabanjir tidak boleh dipandang sepele. Menurutnya, dampak kesehatan kerap muncul beberapa hari setelah air surut, terutama di wilayah padat penduduk seperti Karang Bongkot dan Perampuan.
Katanya, saat kejadian banjir berlangsung dirinya sedang berada di Jakarta dan langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat. Ia meminta agar langkah cepat segera diambil untuk melindungi warga yang terdampak.
“Waktu itu saya sampaikan masyarakat saya di Karang Bongkot dan Perampuan sedang terendam banjir. Saya minta agar pihak dinas melalui puskesmas turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi kesehatan warga,” kata Dr. Syam kepada RRI, Senin 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pengalaman di lapangan menunjukkan pascabanjir sering diikuti munculnya berbagai penyakit penyerta. Mulai dari gatal-gatal, diare, hingga gangguan pencernaan lainnya yang rawan menyerang anak-anak dan lansia.
Ucapnya, kondisi semakin mengkhawatirkan karena air sumur warga banyak yang tercemar. Situasi itu membuat kebutuhan air bersih menjadi hal paling mendesak yang harus segera dipenuhi pemerintah daerah.
“Air bersih ini yang paling penting. Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan muncul diare dan muntaber di tengah masyarakat. Itu yang kita harapkan tidak terjadi, khususnya di wilayah Labuapi dan sekitarnya,” ucapnya.
Selain air bersih, warga juga membutuhkan dukungan medis berupa obat-obatan dan vitamin. Menurutnya, bantuan tersebut penting untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat pascabanjir.
Ia mengaku tidak hanya menyampaikan aspirasi dari balik meja. Dirinya telah turun langsung ke lokasi banjir untuk melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan yang dibutuhkan.
Tutupnya, Syamsuriyansyah berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan pascabanjir tidak berhenti pada pembersihan lingkungan semata, tetapi benar-benar mampu melindungi kesehatan masyarakat Lombok Barat secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....