Iqbal-Dinda Kumpulkan Ulama-Umara, Perkuat Ikhtiar NTB Makmur Mendunia

  • 25 Jan 2026 10:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri mengumpulkan para ulama dan umara dalam majelis silaturahmi di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu malam, 24 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang pertemuan spiritual dan kebijakan, yang menautkan kekuatan moral ulama dengan arah pembangunan pemerintah daerah.

Majelis ini dihadiri rombongan ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, yang dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun. Turut mendampingi sejumlah pengasuh pesantren, di antaranya Habib Ali Ridho Baharun, serta Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Dalwa Prof. Dr. Ali Zainal Abidin bil Faqih.

Iqbal menyampaikan rasa hormat atas kepercayaan menjadikan NTB sebagai tuan rumah majelis tersebut. Ia menyebut silaturahmi ulama dan umara sebagai ikatan batin yang penting dalam membangun keberkahan daerah.

“Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” ujar Iqbal.

Iqbal juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pemikiran Hasan Bangil yang menurutnya berpengaruh besar dalam perjalanan intelektual bangsa. Ia mengaku telah mengikuti perdebatan pemikiran Hasan Bangil dengan Soekarno sejak duduk di bangku SMA.

“Alhamdulillah, hari ini bisa bertemu langsung dengan dzurriyat beliau,” katanya.

Iqbal menegaskan identitas NTB sebagai wilayah yang diberkahi. Pulau Lombok, kata dia, kerap disebut sebagai “Negeri Seribu Wali” dengan jejak sejarah dakwah dan makam para wali yang tersebar di berbagai daerah.

Ia kemudian memaparkan tiga agenda besar Pemerintah Provinsi NTB, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia. Saat ini, menurut Iqbal, masih terdapat 106 desa di NTB yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

“Kefakiran itu cenderung membawa pada kekafiran. Banyak penyakit sosial berawal dari kemiskinan. Karena itu pengentasan kemiskinan menjadi prioritas,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya dukungan para tuan guru dan masyaikh dalam ikhtiar tersebut.

Hadir dalam majelis itu, Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo memperkenalkan diri sebagai Kapolda yang baru. Ia menegaskan komitmen Polda NTB untuk menjaga kedekatan dengan ulama dan masyarakat.

Edy juga menyinggung arah pembaruan hukum nasional yang mengedepankan pendekatan restorative justice agar penegakan hukum tetap menghadirkan rasa keadilan dan kemaslahatan.

Sementara itu, Ketua PW Nahdlatul Ulama NTB Prof. Masnun Tahir yang mewakili ulama dan tuan guru NTB menyebut daerah ini sebagai “sejengkal tanah surga di bumi.” Ia menilai silaturahmi ulama dan umara bukan sekadar seremoni, melainkan kekuatan moral dan sosial untuk menjaga keadilan dan persatuan.

“Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” kata Masnun.

Sebelumnya, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menegaskan bahwa pertemuan ulama dan umara merupakan fondasi penting peradaban. Ia memperkenalkan Ponpes Dalwa sebagai rumah bahasa dan dakwah, serta menekankan peran bahasa dan ilmu sebagai jembatan pemersatu umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....