Ratusan Rumah Terdampak Angin Kencang di Kabupaten Bima

  • 24 Jan 2026 11:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Ratusan rumah warga, sekolah SDN, SMP, asrama santri hingga gedung serbaguna di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), rusak akibat diterjang angin kencang.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 23 Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Bima masih melakukan pendataan lebih dalam hingga saat ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Nurul Huda menyebut hujan disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bima memberikan dampak yang cukup serius kepada masyarakat.

Ratusan rumah warga, fasilitas pendidikan, asrama ponpes hingga gedung serbaguna alami kerusakan parah karena angin kencang.

"140 rumah maupun sekolah, gedung serbaguna, asrama ponpes rusak atap, tembok karena diterjang angin kencang," kata Nurul Huda, Sabtu 24 Januari 2026.

Nurul Huda merincikan dampak angin kencang di sejumlah desa antara lain 1 unit rumah batu rusak pada bagian atap di Desa Pai, Kecamatan Wera. Korban mengalami mencapai Rp20.000.000.

Desa Mpili, Kecamatan Donggo 16 unit bangunan rusak pada bagian atap, di antaranya 14 unit rumah warga serta 1 unit tempat posyandu rusak pada bagian emperan, dan 1 unit asrama pondok pesantren Al Ikhlas rusak pada bagian atap.

Desa OO dampak kejadian ini 48 unit rumah dan 1 unit Pesanggrahan rusak atap. Kemudian Desa Kala, 38 unit bangunan rusak pada bagian atap, di antaranya 36 unit rumah warga serta 2 unit sarana pendidikan, SDN Mangge Kompo dan SMP 4 Donggo mengalami kerusakan pada bagian atap.

Lalu Desa Doridungga 7 rumah warga, sekolah dasar dan gedung serbaguna. Desa Bumipajo terdapat 6 rumah warga rusak dan Desa Mbawa 17 unit hunian warga terdampak karena bencana angin kencang.

Salain itu, dampak angin kencang juga terjadi di Desa Rasabou, Kecamatan Tambora. Sebuah rumah warga yang dihuni 3 jiwa mengalami kerusakan yang serius.

"Bencana angin kencang juga terjadi di Desa Kaowa Kecamatan Lambitu, Desa Doro O,o Langgudu, Parado, Wawo hingga dan Madapangga," ucapnya.

Hingga saat ini tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan Desa setempat terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

"Berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas terkait mengenai dampak dan penanganan serta kewenangannya," ujarnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....