Hadapi Cuaca Ekstrem, Abdul Hadi Ajak Kolaborasi

  • 22 Jan 2026 17:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Anggota Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi, S.E., M.M., menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir. Menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berlaku hingga 27 Januari 2026, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi keselamatan warga.

Legislator dari Daerah Pemilihan NTB II (Pulau Lombok) itu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama yang hanya dapat diwujudkan melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Saya turut merasakan apa yang dialami saudara-saudara kita di Lombok Barat yang terdampak banjir, serta warga di Mataram dan Sumbawa Barat yang rumahnya rusak akibat angin kencang. Dalam situasi seperti ini, mari kita rapatkan barisan. Saya mengajak mitra kami di pusat, seperti Kementerian PUPR, Kemenhub, BMKG, dan Basarnas, untuk turun langsung mendampingi pemerintah daerah dalam melayani dan melindungi masyarakat terdampak,” ujar Abdul Hadi, Kamis 22 Januari 2026.

Abdul Hadi menyoroti kondisi di lapangan, di antaranya banjir yang merendam wilayah Sekotong dan Labuapi, serta pohon tumbang di Kota Mataram. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya penanganan cepat dengan pendekatan kemanusiaan.

“Kehadiran negara sangat dinantikan masyarakat. Saya berharap Kementerian PUPR dan dinas terkait segera memastikan saluran air dan drainase berfungsi optimal agar genangan cepat surut. Begitu pula Basarnas dan BPBD, kehadiran di titik-titik rawan akan memberikan rasa aman bagi warga,” kata politisi PKS asal Lombok tersebut.

Berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang masih diprediksi terjadi di sejumlah wilayah NTB. Abdul Hadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada periode 20–25 Januari 2026 di seluruh wilayah NTB, serta hingga 26–27 Januari 2026 di Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Pulau Sumbawa bagian timur.

Ia juga meminta masyarakat sementara menghindari aktivitas di pesisir selatan NTB karena gelombang tinggi, serta mengimbau nelayan untuk menunda melaut demi keselamatan.

“Mari kita saling menjaga, menertibkan lingkungan dari potensi bahaya seperti pohon atau baliho rapuh, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.

Abdul Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar cuaca segera membaik.

“Ikhtiar harus kita maksimalkan melalui kesiapsiagaan dan mitigasi, lalu kita sempurnakan dengan doa. Semoga Allah SWT melindungi warga NTB dan menjauhkan kita dari marabahaya,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....