BMKG Warning Curah Hujan Tinggi Masih Kepung NTB
- 21 Jan 2026 17:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang masih akan berlangsung hingga akhir Januari bahkan berlanjut sampai Februari 2026.
Prakirawan Iklim BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Nindya Kirana, S.Tr, menjelaskan wilayah NTB saat ini masih berada dalam fase aktif musim hujan, bahkan telah memasuki periode puncaknya.
“Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, saat ini masih berada dalam periode musim hujan. Berdasarkan prediksi kami, bulan Januari termasuk salah satu fase puncak musim hujan di NTB,” jelas Nindya saat dikonfirmasi RRI, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius masyarakat karena puncak musim hujan tidak hanya terjadi pada Januari, namun diperkirakan masih berlanjut di sejumlah wilayah hingga Februari mendatang.
“Puncak musim hujan di beberapa daerah masih akan berlangsung sampai Februari, sehingga potensi hujan lebat masih cukup besar,” lanjutnya.
Dari sisi dinamika atmosfer, Nindya menyebutkan bahwa saat ini Indonesia masih dipengaruhi fenomena La Nina lemah, yang berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.
“ENSO saat ini masih berada pada kategori La Nina lemah dan diprediksi bertahan hingga awal 2026, kemudian berangsur menuju fase netral pada pertengahan tahun,” katanya.
Kondisi tersebut membuat potensi hujan di NTB tergolong normal hingga tinggi, seiring masih kuatnya aktivitas atmosfer di wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, curah hujan di NTB dalam sepuluh hari terakhir tercatat berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di sebagian besar wilayah.
“Dalam 10 hari terakhir, curah hujan di NTB mayoritas berada pada kategori tinggi sampai sangat tinggi,” ungkap Nindya.
Ia mengungkapkan, wilayah Sembalun, Lombok Timur, menjadi salah satu daerah dengan curah hujan ekstrem, mencapai 488 milimeter dalam satu dasarian.
“Angka tersebut termasuk sangat tinggi untuk skala curah hujan 10 harian,” jelasnya.
Tak hanya itu, BMKG juga memprediksi potensi hujan lebat masih akan berlanjut pada 10 hari terakhir Januari, dengan peluang kejadian yang cukup besar.
“Untuk akhir Januari, potensi curah hujan lebih dari 100 milimeter per dasarian masih mungkin terjadi di beberapa wilayah, dengan peluang kejadian berkisar 50 hingga lebih dari 90 persen,” katanya.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Lombok bagian utara serta Bima bagian utara, yang berdasarkan peta prakiraan memiliki potensi hujan paling signifikan.
“Potensinya cukup merata, namun yang paling besar berada di Lombok Utara dan Bima Utara,” ucapnya.
Selain itu, BMKG juga memantau adanya aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang turut memengaruhi pola cuaca nasional.
“Saat ini terpantau satu siklon tropis aktif di wilayah utara Indonesia, tepatnya di sekitar Laut Filipina, yaitu Siklon Tropis Nokaen. Selain itu juga terdapat bibit siklon di wilayah selatan Indonesia,” jelas Nindya.
BMKG pun mengimbau masyarakat NTB untuk tetap waspada terhadap dampak ikutan seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di daerah rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi curah hujan yang masih tinggi,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....