Batik Gembok WBP Lombok Barat Curi Perhatian Gubernur
- 19 Jan 2026 20:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Suasana malam di Kampung PAS, Mataram, Sabtu 17 Januari 2026, terasa berbeda. Di tengah deretan galeri produk warga binaan pemasyarakatan, perhatian Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, tertuju pada dua karya yang tampil mencolok, cukli dan batik tulis gembok buatan warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat.
Saat meninjau langsung galeri tersebut, Gubernur NTB tampak cukup lama mengamati detail motif, pola, hingga kualitas pengerjaan yang ditampilkan. Ia menyebut karya tersebut tidak sekadar hasil kerajinan, melainkan representasi identitas budaya lokal yang bernilai tinggi.
“Ini bukan produk biasa. Dari pengerjaannya terlihat ketekunan dan karakter kuat budaya Lombok. Cukli dan batik tulis gembok ini punya potensi besar bersaing di pasar luas,” ujarnya saat berdialog di lokasi pameran.
Menurutnya, karya warga binaan membuktikan proses pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan kreativitas yang bernilai seni sekaligus bernilai ekonomi. Ia menilai, jika dikelola secara konsisten, produk semacam ini dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah.
“Yang terpenting adalah kesinambungan pembinaan dan pemasaran. Kalau ini dijaga, hasilnya bisa sangat menjanjikan,” katanya.
Galeri Produk Warga Binaan yang hadir di kawasan Kampung PAS tersebut menjadi etalase karya dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di NTB. Galeri itu tidak hanya berfungsi sebagai ruang promosi, tetapi juga sarana edukasi publik bahwa lapas mampu melahirkan karya produktif dan positif.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menjelaskan kerajinan cukli dan batik tulis gembok merupakan hasil pembinaan jangka panjang yang terus dikembangkan.
“Pembinaan kami fokus pada keterampilan yang benar-benar bisa menjadi bekal hidup. Warga binaan kami latih agar memiliki keahlian, kreativitas, sekaligus jiwa wirausaha,” ucapnya.
Ia mengatakan, proses produksi dilakukan secara bertahap dengan pendampingan instruktur, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga peningkatan kualitas produk agar memiliki nilai jual.
“Apresiasi dari Pak Gubernur menjadi penyemangat besar bagi warga binaan dan petugas. Ini membuktikan bahwa apa yang mereka kerjakan tidak sia-sia,” katanya.
Lebih lanjut, Fadli menuturkan keberadaan Kampung PAS menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang jejaring dengan pelaku UMKM dan pasar kreatif.
“Kami ingin saat mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka tidak memulai dari nol. Mereka sudah punya keterampilan dan kepercayaan diri,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....