Isra Mi'raj: Gubernur Ajak Warga Jaga Lingkungan Tingkatkan Solidaritas
- 16 Jan 2026 07:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus memperbaiki hubungan dengan lingkungan. Menurutnya, pesan keagamaan peristiwa Isra Mi’raj relevan dengan situasi kebencanaan yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk NTB.
“Dalam Isra Mi’raj, Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu, Surah Al-Fatihah, dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah. Ayat 286 sangat relevan dengan kondisi kita sekarang,” kata Iqbal saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Mataram, Kamis malam, 15 Januari 2026.
Iqbal merujuk pada bunyi ayat yang menegaskan bahwa Allah tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya. Menurutnya, pesan itu menjadi pengingat ketika berbagai bencana terjadi di banyak wilayah.
“Saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sedang dilanda bencana. Di NTB, saya juga meninjau langsung banjir di Sekotong, Lombok Barat. Kita semua sedang diuji,” ujarnya.
Ia menilai, dalam situasi tersebut, solidaritas menjadi kebutuhan mendesak. Bentuk paling sederhana, kata Iqbal, adalah mendoakan para korban agar diberi kekuatan dan kesehatan dalam proses pemulihan.
“Kita perlu saling menguatkan, tidak hanya dengan bantuan material, tetapi juga dengan doa dan kepedulian,” katanya.
Namun, Iqbal juga menyinggung dimensi lain dari bencana yang kerap diabaikan: hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, sebagian bencana tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang kurang bijak terhadap lingkungan.
“Bencana-bencana ini juga harus menjadi cermin atas cara kita memperlakukan alam,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat NTB menjadikan peringatan keagamaan bukan sekadar ritual, melainkan titik tolak perubahan sikap. “Mari kita berkomitmen memperbaiki hubungan kita dengan lingkungan dan sesama. Solidaritas dan gotong royong adalah kunci menghadapi bencana,” kata Iqbal.
Mantan Dubes Turki untuk Indonesia ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Melestarikan lingkungan adalah kewajiban kita, agar kita tidak terus-menerus berhadapan dengan bencana,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....