Tenun Lotim Dilestarikan, Dukung Ekonomi dan Identitas Daerah

  • 22 Okt 2025 15:40 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Tenun khas asal Kabupaten Lombok Timur terus dilestarikan, dikembangkan, dan diperkenalkan ke berbagai daerah bahkan hingga tingkat nasional. Setiap daerah di Lombok Timur memiliki corak dan ciri khas tenunnya masing-masing, seperti tenun Pringgasela, Kembang Kerang, Lenek, Sembalun, hingga Meringkik. Ragam motif, warna, dan teknik tenun yang berbeda menjadikan karya para pengrajin ini memiliki nilai seni dan budaya tinggi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Safwan, mengatakan perkembangan kerajinan tenun di daerahnya terus menunjukkan kemajuan. Hal itu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memberikan pendampingan, pembinaan, serta peningkatan kapasitas bagi para pengrajin.

“Kerajinan tenun kita tumbuh dan berkembang dengan baik. Berbagai pihak turut memberikan pembinaan, baik dari sisi desain, kualitas, maupun pemasaran. Kami dari Dinas Koperasi dan UKM juga terus melakukan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha,” ungkapnya saat RRI temui di ruangnnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Safwan, dinas secara rutin melibatkan para pengrajin dalam berbagai kegiatan promosi dan pelatihan. Tujuannya agar para penenun mampu meningkatkan kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran, baik secara konvensional maupun melalui platform digital.

“Kami melibatkan teman-teman pengrajin dalam setiap kegiatan, baik pelatihan maupun promosi. Harapannya, produk yang dihasilkan dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menerapkan kebijakan penggunaan kain tenun lokal sebagai pakaian kerja bagi pegawai setiap hari Kamis. Kebijakan ini dinilai efektif dalam memperluas pasar dan meningkatkan kebanggaan terhadap produk lokal.

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah dengan mewajibkan penggunaan kain tenun lokal pada hari kerja. Ini bagian dari upaya memperkenalkan dan meningkatkan penggunaan produk hasil karya pengrajin daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Safwan menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan akses permodalan bagi para pelaku usaha mikro, termasuk pengrajin tenun. Melalui program Kredit Usaha Mikro sebesar Rp10 juta dengan bunga yang ditanggung pemerintah daerah, pengrajin dapat mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani bunga pinjaman.

“Permodalan menjadi kebutuhan utama untuk mengembangkan usaha. Pemerintah menyediakan program pinjaman tanpa bunga yang bisa dimanfaatkan oleh pengrajin tenun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Safwan menuturkan bahwa pemerintah juga terus mendorong inovasi dalam proses produksi. Jika sebelumnya pengrajin hanya menggunakan alat tradisional, kini mulai diperkenalkan alat tenun bukan mesin (ATBM) untuk mempercepat produksi tanpa mengurangi kualitas hasil tenun.

“Dengan inovasi teknologi seperti ATBM, waktu produksi bisa lebih singkat, hasilnya lebih banyak, namun tetap menjaga kualitas. Ini penting agar para pengrajin bisa memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat,” tegasnya.

Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur juga memastikan pendampingan menyeluruh kepada para pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, akses permodalan, hingga legalitas usaha.

“Kami selalu hadir mendampingi teman-teman pelaku usaha di lapangan. Mulai dari aspek kualitas, permodalan, sampai legalitas. Semua dilakukan agar produk tenun kita bisa menembus pasar yang lebih luas,” tutup Safwan optimistis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....