Basarnas, Pemkab Lobar, dan DPR RI Gelar WorkshopSAR
- 15 Jul 2025 10:12 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi menggelar workshop pemberdayaan masyarakat di bidang pencarian dan pertolongan (SAR). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Lobar, Senin (14/7/2025), dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Peserta berasal dari unsur nelayan, pramuka, organisasi masyarakat, relawan, hingga potensi SAR dari Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Kepala Basarnas Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemkab Lobar dan Komisi V DPR RI. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musibah.
"Kami mengapresiasi dukungan dari Pemkab Lobar dan anggota DPR Komisi V. Workshop ini diharapkan memberi manfaat besar dalam upaya pencarian dan pertolongan saat bencana," ujar Hariyadi.
Asisten III Setda Lobar, Fauzan Husniadi, yang hadir mewakili Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan publik yang sangat dibutuhkan. Ia menekankan pentingnya empat pilar dalam operasi SAR: prosedur kerja yang mantap, fasilitas memadai, SDM profesional, dan kerja sama antar pihak.
"Pelatihan dan literasi SAR sangat penting, terutama mengingat keterbatasan SDM dan sarana yang kita miliki saat ini," tegas Fauzan.
Ia juga mendorong peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius agar mampu melakukan evakuasi mandiri di lapangan ketika terjadi bencana.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam operasi penyelamatan. Ia menilai, pelatihan seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan fisik.
"Kami di DPR punya program pemberdayaan masyarakat. Kecakapan menangani bencana harus dibarengi dengan kesiapan fisik dan dukungan alat. Ini yang akan kami perjuangkan,” ujarnya.
Abdul Hadi sepakat bahwa SDM unggul saja tidak cukup tanpa dukungan alat yang memadai. Ia berkomitmen memperjuangkan tambahan peralatan bagi Basarnas agar penanganan bencana di NTB, yang rawan gempa, banjir, dan kecelakaan laut, bisa lebih optimal.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa banyak manfaat ke depan,” pungkas Abdul Hadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....