Nursyda Syam, Pejuang Literasi dan Pendidikan Keluarga di Lombok Utara
- 25 Feb 2025 02:28 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Nursyda Syam, tokoh perempuan asal Jambianom, Lombok Utara, terus menginspirasi banyak orang melalui dedikasinya dalam dunia literasi dan pendidikan keluarga. Sejak mendirikan Klub Baca Perempuan pada tahun 2006, ia telah mempelopori berbagai gerakan sosial yang berdampak besar di masyarakat.
Lahir pada 17 Agustus 1979, Nursyda tidak hanya mendirikan Klub Baca Perempuan, tetapi juga mengembangkan PAUD Anak Negeri, Kanak Pecinta Baca, Sekolah Keluarga, serta Dapur Rumah Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bagi para orang tua tentang pengasuhan yang lebih baik di Lombok Utara.
"Saya ingin memberikan kesempatan belajar tentang pengasuhan bagi lebih banyak lagi orang tua di seluruh desa di Lombok Utara," ujar lulusan PPKP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (25/2/2025).
Sebagai ibu dari dua anak, Baiq Keisha Ratu Ganefi Hansyami dan Lalu Muhammad Arai Lintang Hirata, Nursyda telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Beberapa di antaranya adalah Nurgajasa Dharma Pustaloka 2013, Women Indie Home pada Kartini Awards 2014, dan Saparinah Sadli Award 2024 dari Komnas Perempuan.
Selain aktif di bidang literasi dan pendidikan keluarga, Nursyda juga seorang penulis produktif. Beberapa karyanya meliputi kumpulan cerpen Gadis Itu Bernama Rinjani, novel Tulah Manuh, serta antologi puisi Tonggak.
Perjalanan inspiratif Nursyda tidak lepas dari masa kecilnya di Kampung Pesisir Jambianom. Ayahnya, yang merupakan seorang wartawan, menjadi inspirasi besar dalam membentuk kecintaannya terhadap dunia membaca dan menulis.
"Ayah saya seorang wartawan yang membuat saya terpacu untuk mengikuti jejaknya dalam dunia menulis dan membaca," kenangnya.
Menurut Nursyda, budaya membaca di lingkungan keluarga masih perlu diperkuat. Ia menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
"Membaca belum menjadi budaya di keluarga. Orang tua harus mendampingi anak dalam belajar dan membaca, memberikan contoh sejak dini," tuturnya.
Dengan dedikasi dan kerja kerasnya, Nursyda Syam terus berupaya membawa perubahan positif di Lombok Utara, khususnya dalam membangun budaya literasi dan pendidikan keluarga. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam membangun masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan dan literasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....