Pentingnya I’tikaf di Akhir Ramadan bagi Seorang Muslim
- 16 Mar 2026 15:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID - Mataram, Menjelang akhir Ramadan, suasana ibadah biasanya terasa semakin khusyuk. Banyak orang mulai menghabiskan lebih banyak waktu di masjid untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak ibadah. Salah satu amalan yang sering dilakukan pada fase ini adalah i’tikaf. Bagi sebagian umat Islam, i’tikaf menjadi kesempatan untuk menenangkan hati sekaligus memperdalam hubungan dengan Allah di penghujung bulan suci.
I’tikaf merupakan ibadah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Dalam penjelasan Ustad Adi Hidayat dalam video Youtube channelnya, i’tikaf penting dilakukan karena pada masa tersebut perhatian banyak orang mulai teralihkan pada urusan duniawi seperti persiapan mudik atau kebutuhan Lebaran. Karena itu, Nabi Muhammad SAW memberi teladan dengan meningkatkan kesungguhan ibadah agar umat tetap fokus kepada Allah SWT.
Dilansir dari situs lifewithallah-com, tujuan utama i’tikaf adalah menautkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT dengan cara mengurangi distraksi dunia. Dengan berdiam di masjid, seseorang dapat lebih fokus pada ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri serta memperbaiki kualitas spiritual.
I’tikaf juga melatih kesabaran dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan membatasi aktivitas duniawi, seseorang muslim dapat belajar mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Selain itu, i’tikaf juga menjadi kesempatan untuk meraih malam yang sangat mulia dalam Islam, yaitu malam Lailatul Qadr.
Agar i’tikaf berjalan lebih optimal, lifewithallah-com menyarankan agar setiap muslim membuat rencana ibadah selama berada di masjid seperti mengatur waktu untuk melalukan shalat sunnah, bertilawah Al-Qur’an, berdzikir, dan mengurangi penggunaan gawai agar dapat membantu menjaga fokus ibadah.
Pada akhirnya, i’tikaf menjadi momen penting untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah sekaligus menenangkan hati dari kesibukan dunia. Melalui waktu yang diisi dengan ibadah dan refleksi diri, seorang muslim diharapkan dapat keluar dari Ramadan dengan iman yang lebih kuat serta semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....