Menjaga Asa di Ramadan: Kisah Pelaku UMKM Pangan Lokal Bima

  • 11 Mar 2026 13:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Bulan Ramadan biasanya menjadi momentum yang paling dinantikan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, pasar Ramadan juga menjadi ruang bagi pedagang untuk meraup keuntungan lebih besar dari hari-hari biasa.

Namun, situasi tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh Muhammad Salmin, salah satu pelaku UMKM pangan lokal di Bima. Di tengah ramainya pasar Ramadan, Salmin tetap setia menjajakan berbagai produk pangan lokal seperti jewawut dan beberapa olahan tradisional lainnya.

Setiap hari, ia membuka lapak di pasar Ramadan sekaligus memasarkan produknya melalui layanan pemesanan daring. Upaya itu dilakukan agar produk lokal yang ia jual bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Meski begitu, Salmin mengakui penjualan yang ia jalani selama Ramadan tahun ini tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan. Dagangannya memang tetap terjual setiap hari, tetapi omzet yang diperoleh tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, bisa dibilang omzetnya menurun. Selama sekitar 14 hari jualan ini saya melihat memang ada penurunan,” ungkap Salmin, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah menurunnya daya beli masyarakat. Ia menilai kondisi ekonomi membuat sebagian warga lebih selektif dalam berbelanja, termasuk untuk produk pangan lokal.

Selain itu, Salmin juga melihat adanya pengaruh dari beberapa kebijakan pemerintah yang secara tidak langsung berdampak pada aktivitas usaha kecil. Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah masa panen petani yang tidak berlangsung bersamaan, sehingga ketersediaan bahan baku menjadi tidak stabil.

"Analisa saya memang daya beli masyarakat yang menurun. Kemudian ada juga efek dari beberapa kebijakan, ditambah lagi masa panen petani yang tidak bersamaan," jelasnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Salmin tetap optimis menjalankan usahanya. Ia percaya pangan lokal seperti jewawut memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama jika masyarakat semakin sadar pentingnya mengonsumsi produk daerah sendiri.

Di sisi lain, antusiasme pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Bima selama Ramadan tetap tinggi. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk membuka berbagai usaha, mulai dari kuliner, minuman segar, hingga produk pangan lokal.

Lapak-lapak dadakan bermunculan di berbagai sudut kota menjelang waktu berbuka puasa. Para pedagang berharap Ramadan tetap menjadi jalan rezeki bagi mereka, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Bagi Salmin dan pelaku UMKM lainnya, Ramadan bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga tentang mempertahankan usaha, menjaga tradisi pangan lokal, dan terus berjuang di tengah perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....