Pesantren Kilat Sehari Penuh, Strategi SMAN 3 Mataram Menjaga Ruh Ramadan
- 28 Feb 2026 00:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ramadan tahun ini menghadirkan model pembinaan spiritual yang berbeda di SMAN 3 Mataram. Sekolah memilih format pesantren kilat sehari penuh tanpa menginap agar esensi kegiatan tetap terjaga dan terarah.
Konsep ini melibatkan sekitar 200 siswa dalam rangkaian kajian, lomba keagamaan, hingga buka puasa bersama. Seluruh agenda dipusatkan di lingkungan sekolah untuk menjaga efektivitas dan pengawasan.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd., menyebut keputusan tanpa menginap didasarkan pada evaluasi pengalaman sebelumnya. Menurutnya, kegiatan menginap berpotensi mengurangi fokus pembinaan spiritual.
“Kalau menginap, sering kali capeknya lebih terasa dan ruh kegiatannya justru berkurang. Kami ingin kegiatan maksimal dan benar-benar bermanfaat,” ujarnya, Minggu 28 Februari 2026.
Pesantren kilat dimulai pukul 08.00 dengan kajian tematik dan diskusi keagamaan. Setelah salat Zuhur dan Asar, kegiatan dilanjutkan dengan lomba azan, tilawah, serta bedah buku.
“Kegiatannya padat tetapi terarah. Anak-anak tetap semangat karena suasananya berbeda dari hari biasa,” kata Yuspita.
Menjelang Magrib, seluruh peserta berkumpul untuk buka puasa bersama. Siswa non-muslim tetap dilibatkan dalam suasana kebersamaan dengan membawa konsumsi dari rumah masing-masing sebagai bentuk toleransi.
“Kami lengkap agamanya di sini. Yang non-muslim ikut makan bersama, tetapi membawa sendiri agar tidak membebani siapa pun,” jelasnya.
Sekolah juga menghadirkan pembicara eksternal untuk memperkaya nuansa Ramadan. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dan meningkatkan motivasi spiritual siswa.
Selain itu, solidaritas sosial diperkuat melalui sedekah guru untuk mendukung kegiatan Remaja Musala. Dana tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi berbuka dan operasional tadarus sore hari.
“Kami berusaha memberi contoh nyata. Nilai kebersamaan dan gotong royong itu yang ingin kami tanamkan,” tegasnya.
Melalui strategi tersebut, pesantren kilat tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan instrumen pembinaan karakter yang terukur. Ramadan dimaknai sebagai ruang internalisasi nilai spiritual yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....