Refleksi Bulan Suci: Ketua DPRD NTB Ajak Tingkatkan Empati Sosial dan Komunikasi
- 10 Mar 2026 18:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Bulan Suci Ramadan adalah momentum untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menegaskan bahwa ibadah di bulan suci tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan ego serta memperkuat empati terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Menurutnya, semangat ibadah harus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat, seperti memperbanyak kegiatan sosial dan membantu sesama yang membutuhkan.
“Yang paling utama dalam menjalankan ibadah adalah bagaimana kita lebih memikirkan orang lain, bagaimana jiwa sosial kita lebih tergerak, serta bagaimana kita dapat merasakan kesulitan yang dialami masyarakat,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026 pada Silaturahmi Ramadan 1447H Pimpinan dan Anggota DRPD Provinsi NTB di Hotel Prime Park.
Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial tidak cukup hanya menjadi wacana atau sekadar ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menunjukkan empati kepada masyarakat.
Isvie juga menekankan pentingnya komunikasi sosial, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat memperkuat solidaritas serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
“Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi sering kali menjadi terbatas karena kesibukan dan ego masing-masing. Padahal di sekitar kita mungkin ada orang yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan perhatian,” katanya.
Ia berharap momentum bulan suci dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk kembali memperkuat rasa kemanusiaan, saling memahami, serta membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, ia juga menyinggung berbagai tantangan global yang tengah menjadi perhatian dunia, mulai dari potensi konflik hingga isu energi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.
“Karena itu, kita perlu saling merangkul, saling memberikan informasi, serta menjaga komunikasi yang baik, baik di internal pemerintahan maupun dengan masyarakat,” jelasnya.
Isvie juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghargai dan belajar merendahkan diri dalam kehidupan sosial.
“Merendahkan diri bukan berarti merendahkan martabat kita, tetapi bagaimana kita menempatkan diri dengan bijak dan menghargai orang lain sesuai dengan keadaan masing-masing,” tuturnya.
Ia berharap bulan suci dapat menjadi momentum untuk terus memperbaiki diri, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kualitas komunikasi di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....